Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Tol Laut Trayek Lima Beroperasi, Ekonomi Indonesia Timur terdongkrak?

Pemuda Maritim - Semua trayek dalam program tol laut telah berjalan. Pada Selasa (24/5/2016), trayek lima Makassar-Tahuna-Lirung-Morotai-Tobelo-Ternate-Babang pergi dan pulang resmi beroperasi.

Kapal seperti KM Caraka Jaya Niaga III-32 dengan bobot 3.257 GT dan panjang 99 meter dengan kapasitas 100 kontainer, diterima oleh Bupati Halmahera Utara Frans Manery di Pelabuhan Tobelo, Halmahera Utara. Pelabuhan ini baru diresmikan Presiden Joko Widodo pada 6 April lalu.

Kepala PT Pelni Ternate, A. Sadikin dilansir Antaranews, mengatakan, ada enam trayek kapal tol laut yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden. PT Pelni ditunjuk untuk menyelenggarakan angkutan laut bersubsidi tersebut.

Dia optimistis, program tol laut tersebut bisa mendongkrak ekonomi di kabupaten Halmahera Utara menjadi lebih baik. "Tujuannya melancarkan distribusi barang, sehingga dapat membantu upaya pemerintah mengurangi disparitas harga antarwilayah Barat dan Timur," katanya.

Tol laut merupakan konektivitas laut yang efektif berupa adanya kapal yang melayari secara rutin dan terjadwal dari barat sampai ke timur Indonesia. Tol laut mendukung Indonesia sebagai poros maritim 2045.

Pemerintah telah membangun 27 pelabuhan selama 2015. Pada tahun ini, Jokowi menargetkan dapat membangun 68 pelabuhan untuk mendukung program tol laut agar pelayaran rutin dan terjadwal berjalan lancar.

Pelayaran rutin dan terjadwal ini mulai berjalan sejak tahun lalu. PT Pelni mengklaim tiga kapal yang sudah dioperasikan untuk tol laut bisa menurunkan disparitas harga di wilayah Indonesia bagian Timur hingga 30 persen.

Ketiga kapal ini melayani rute, Tanjung Priok-Natuna, Rote-Reo Leba dan Surabaya-Merauke. "Tol laut yang sudah dijalankan PT Pelni dengan tiga rute ini sudah membuktikan bahwa disparitas harga di wilayah Timur termasuk NTT, Biak, Seruni, sudah turun 20-30 persen," kata Manajer Humas PT Pelni, Akhmad Sujadi.

Ada enam trayek yang masuk program tol laut. Trayek pertama (T-1) dengan rute Tanjung Perak-Wanci (Wakatobi)-Namlea-Fakfak pulang pergi sejauh 3426 mil yang saat ini telah dilayani KM Caraka Jaya Niaga 3-32.

Trayek T-2 dengan rute Tanjung Perak-Kalabahi-Moa-Saumlaki-Dobo-Merauke pulang pergi sejauh 3.874 mil dilayani oleh KM Nusantara Pelangi 101.

Trayek T-3 dengan rute Tanjung Perak-Larantuka-Lewoleba-Rote-Sabu-Waingapu pulang pergi sejauh 2.076 mil dilayani oleh KM Caraka Niaga Jaya 3-34.

Trayek T-4 dengan rute Tanjung Priok- Makasar-Manokwari-Wasior-Nabire-Serui-Biak pulang pergi sejauh 4.644 mil.

Trayek T-5 dengan rute Makassar-Tahuna-Lirung-Morotai-Tobelo-Ternate-Babang-Ternate pulang pergi sepanjang 2.608 mil.

Terakhir Trayek T-6 dengan rute Tanjung Priok-Tarempa-Natuna pulang pergi sejauh 1.400 mil saat ini telah dilayani Km Caraka Jaya Niaga 3-4.
Sumber : beritagar.id

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply