Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Wisata Edukasi Budidaya Mutiara




Pemuda Maritim - Siapa yang tidak mengenal mutiara? Kemahsyurannya tengah menjadikan batu perhiasan ini sebagai salah satu barang langka dan memiliki nilai kebangaan yang dicintai sepanjang masa. Konon ketenaran mutiara diawali sebagai penghias mahkota raja dan ratu Romawi serta Yunani. Dalam literatur kuno serta kitab suci juga tercantum kemegahan mutiara yang digunakan sebagai dekorasi surga.

Indonesia yang kaya akan sumber daya alamnya, memiliki potensi besar sebagai penghasil budidaya mutiara air laut. PT Cendana Indopearls (Atlas ltd.) adalah salah satu perusahaan PMA dari Australia yang beroperasi di Indonesia, memiliki lebih dari tujuh lokasi operasional yang tersebar di perairan Raja Ampat, Flores, dan Bali. Pertama kali perusahaan ini beroperasi di Ambon dimana lokasi kerja mereka dipenuhi dengan pohon cendana dan menjadikan latar belakang nama perusahaan ini. Selama 20tahun beroperasi di Indonesia, banyak pengalaman dan penelitian telah dilakukan yang mengindikasi bahwa kualitas mutiara air laut dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu jumlah plankton, arus, dan tingkat polusi air. Saat ini Cendana hanya melakukan budidaya mutiara berwarna putih namun diantaranya adalah campuran warna putih-perak, putih-pink, fancy, dsb. Bentuk yang dihasilkan juga bervariasai, didominasi dengan mutiara bentuk bulat dan oval, button, drop, baroque, serta keshi dengan ukuran kisaran 9mm-14mm.

Cendana memiliki karyawan sekitar 1000 orang dengan 90% pekerja adalah masyarakat lokal ditambah beberapa pekerja asing sebagai tenaga ahli. Pemberdayaan masyarakat yang tinggi membuat pemeratan ekonomi masyarakat pesisir terbantu. Pembelian supply bahan makanan, air tawar, serta bahan operasional dibeli dari masyarakat sekitar dan supplier/distributor terdekat. Desa pun terfasilitasi dengan kontribusi perusahaan di bidang pembangunan fasilitas umum, pemberian beasiswa, dan pengelolaan lingkungan pesisir yang berkelanjutan. Tidak hanya masyarakat terdekat ternyata yang mendapat keuntungan, wisatawan pun mendapatkan dampak positif dari kegiatan operasional ini, yaitu mendapatkan pengalaman wisata edukatif tentang budidaya mutiara secara cuma-cuma.

Perusahaan Cendana menawarkan kegiatan wisata edukatif budidaya mutiara air laut hampir di semua lokasinya, salah satunya adalah di Pulau Pungu, kepulauan Komodo, Flores – NTT (dengan reservasi terlebih dahulu). Untuk menuju Pulau Pungu kita harus terbang via Denpasar atau Kupang menuju Labuan Bajo. Tingginya arus penunpang yang ingin melihat keajaiban komodo serta panorama alam Flores, membuat penyedia jasa transportasi udara menyediakan pelayanan penerbangan setiap hari ke Labuan Bajo. Perjalanan dari bandara kemudian dilanjutan dengan perjalanan darat selama 10 menit ke pelabuhan untuk mendapatkan perahu motor, speed, atau charter tergantung budget. Pulau Pungu sendiri jaraknya relatif dekat, dapat ditempuh dalam waktu 10menit menggunakan speed boat atau sekitar 40menit dengan perahu motor. Biasanya tamu yang datang ke Pulau Pungu tiba sore hari karena perjalanan mereka dimulai dengan kunjungan melihat komodo di Pulau Rinca kemudian menutup hari di Pulau Pungu.



Tiba di Pulau Pungu, tamu akan disambut dengan bola-bola terapung yang menghiasi permukaan laut, seraya menandakan rumah tinggal kerang mutiara. Pemandangan perbukitan menambahkan panorama menjadi semakin memukau diiringi dengan semilir angin menemani perjalanan. Jika beruntung, kawanan lumba-lumba pun dapat ditemui disekitar lokasi ini. Menapakkan kaki di Pulau Pungu membawa nuansa berbeda dari kota pelabuhan Labuan Bajo yang gersang, panas, dan penuh polusi. Hamparan pasir putih dan hutan mangrove dengan udara segar, rendahnya polusi udara dan suara menjadikan Pungu sebuah destinasi yang atraktif. 

Tiba di ponton, tamu akan disambut oleh petugas keamanan yang akan mengantar ke resepsi dimana tersedia sebuah pendopo alam dilengkapi kursi dan media presentasi yang telah disiapkan untuk menjamu tamu. Adalah seorang interpreter dari Cendana yang menhantar tamu melakukan wisata edukasi mengenai sejarah perusahaan, kerang mutiara, dan proses kegiatan budidaya. Beberapa material display seperti keranjang, net, kerang yang sudah mati, serta alat-alat panen/operasi didisplay sedemikian rupa untuk menjelaskan proses secara detail. Tamu pun dapat bertanya dan menggali lebih dalam mengenai hal yang dipresentasikan. Diakhir presentasi, tamu dipukau dengan teknik memanen mutiara tanpa membunuh binatang laut tersebut. Sebuah proses yang kompleks dan membutuhkan ketrampilan khusus. Sajian sashimi pun tengah siap disuguhkan untuk para tamu yang ingin merasakan kelezatan daging kerang mutiara.

Setelah presentasi selesai, tamu akan diajak untuk berkeliling lokasi dengan speed boat perusahaan. Interpreter akan membawa tamu ke sebuah longline untuk melihat langsung tempat siput digantung. Tur laut kemudian dilanjutkan dengan oservasi melihat proses pencucian yang dilakukan oleh para karyawan di kapal cuci, tanpa menganggu kegiatan mereka tentunya. Observasi jarak dekat dari speed boat cukup memberikan gambaran tentang cara kerja para karyawan laut melakukan rutinitas harian mereka. Setelah berkeliling tur laut, tamu dapat menikmati keindahan bawah laut dengan snorkeling dan selam di areal yang sudah disediakan dengan membawa alat sendiri. Tamu dapat menyaksikan kerang dalam net yang digantung pada longline yang telah disiapkan. Tur belum selesai sampai disini, masih ada perjalanan ke hutan mangrove dan kegiatan penanaman mangrove dalam rangka mensosialisasikan pentingnya tanaman mangrove untuk kawasan pesisir. Di akhir tur, tamu diajak ke showroom untuk melihat koleksi mutiara. Beragam produk ditawarkan dengan harga bervariatif sesuai dengan kualitas yang diinginkan. Sungguh sebuah pengalaman yang komprehensif dan memberikan wawasan mengenai pentingnya kawasan pesisir untuk mendukung lingkungan fisik dan sebagai penopang kehidupan masyarakat sekitar dengan produk unggulannya. (Lita Hutapea)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply