Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » 6 Nelayan Asal Pangkalan Brandan Ditahan di Malaysia


Pemuda Maritim - Enam nelayan asal Pangkalan Brandan, Sumatera Utara, ditangkap Badan Penegak Hukum Maritim Malaysia (MMEA), Rabu (22/6/2016). Mereka ditangkap karena terbukti melewati perbatasan laut kedua negara, kemudian dituduh mencari ikan secara ilegal.

Penangkapan terjadi di posisi 48 mil barat daya Pulau Kendi, Penang. Saat ditangkap, kapten kapal dan seluruh awak tidak melakukan perlawanan.

Enam nelayan ini tidak dapat menunjukkan surat izin menangkap ikan di perairan Malaysia. “Mereka beralasan tak sengaja masuk perairan Malaysia karena di sini jarak pandang lebih baik saat mencari ikan,” kata Kamaruzaman Abu Hassan, Laksamana Pertama Sektor 2 MMEA.

Kapal nelayan WNI itu akhirnya disita oleh MMEA, demikian pula 50 kilogram ikan yang sudah mereka tangkap. Hassan menyatakan para nelayan asal Indonesia ini akan didakwa dengan Pasal 15 (1) UU Perikanan Malaysia 1985. Jika terbukti bersalah, keenam WNI itu bisa didenda hingga 100 ribu Ringgit (setara Rp329 juta).

Nelayan Indonesia itu ditangkap oleh patroli Pagar Laut pemerintah Malaysia selama bulan Ramadan. Selain memberantas pencurian ikan, operasi tersebut menyasar pelaku penyelundupan di laut lepas. Dikutip dari merdeka.com, pihak Indonesia masih berusaha menghubungi Kementerian Luar Negeri RI untuk memperoleh konfirmasi mengenai penangkapan enam WNI ini.
Sumber : sumut.pojoksatu.id

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply