Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » DKP Minta Nelayan tak Gunakan Trawl

Pemuda Maritim - Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Barat mengatakan hingga kini masih terdapat nelayan yang menggunakan alat tangkap jenis trawl (pukat harimau). “Padahal dinas sudah sering melakukan sosialisasi kepada nelayan untuk menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan,” kata Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh Barat M Ikbal SP kepada Serambi, Selasa (21/6).

Menurutnya, tim penertiban DKP bersama lembaga terkait lain seperti Polisi Pengairan (Polair) dan TNI AL masih terus berupaya memeriksa agar penggunaan trawl di kalangan kapal nelayan dapat ditinggalkan. Bahkan baru-baru ini juga petugas memeriksa sejumlah boat yang kedapatan menggunakan trawl. Pukat harimau tersebut kemudian langsung dipotong nelayan sehingga tenggelam di laut.

Ikbal menambahkan saat ini pihaknya sudah mengedarkan blanko dari DKP Aceh untuk mendata boat nelayan yang berada di Aceh termasuk Aceh Barat. “Blangko itu sudah kita edarkan ke nelayan untuk diisi dengan data yang benar,” katanya.

Ia juga menyebutkan boat yang kapasitas 5 GT ke bawah juga termasuk dalam pendataan. Sementara untuk boat di atas 5 GT hingga 10 GT diharuskan mengurus Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) dari Dinas Kelautan dan Perikanan serta mengurus Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) dari Kantor Perizinan.

Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh Barat M Ikbal juga menambahkan saat ini proyek tanggul jetty yang akan dibangun di muara Krueng Cangkoi Meulaboh dalam tahap pelelangan. Rencananya setelah Lebaran Idul Fitri mulai dikerjakan. Proyek tanggul jetty dengan anggaran Rp 2,9 miliar dibangun untuk mengatasi muara Krueng Cangkoi yang sering dangkal sehingga banyak dikeluhkan nelayan. “Selama ini muara dilakukan penyedotan tetapi kembali tertimbun pasir yang dibawa ombak,” jelas Ikbal.
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply