Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Gerakan Nelayan dan Tani Indonesia Batang Dideklarasikan

Pemuda Maritim - Gerakan Nelayan Tani Indonesia (Ganti) Kabupaten Batang yang merupakan organisasi sayap PDI Perjungan dideklarasikan.

Di tingkat pusat, Ganti telah dideklarasikan Rabu (13/4) lalu di Kampung Nelayan Muara Angke Jakarta Barat, sedangkan cikal bakal sudah ada sejak tahun. Ketua Purnomosidi ‘’Pupung’’ Djajoeri, putra tokoh nelayan/perintis kapal penangkap ikan dari kayu, Nur Haji Slamet Urip atau Mbah Urip yang juga pengusaha galangan kapal, serta Nurasiyah.

Tulang Punggung

‘’Ganti didirikan dengan tujuan menyejahterakan nelayan dan petani seluruh Indonesia. Ingin menjadikan sektor kelautan perikanan danpertanian menjadi tulang punggung atau sakaguru perekonomian bangsa terutama untuk pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan,’’ ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Batang dokter Lafran Pancaputranto SpOgK selaku pembina Ganti didampingi Sekretaris DPC Sunarto, setelah deklarasi di Kafe Planet, kompleks Sigandu. Dia menuturkan, kehidupan nelayan tradisional di kawasan pesisir masih belum sejahtera.

Masih banyak dari mereka yang menjadi buruh nelayan dan tidak memiliki perahu sendiri untuk menangkap ikan di perairan. ‘’Kemiskinan kaum nelayan sebenarnya lebih banyak disebabkan oleh faktor struktur kuasa sosial politik yang tidak berpihak kepada masyarakat nelayan.

Untuk itu, PDI Perjuangan membentuk Ganti sebagai upaya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan nelayan dan petani agar mereka berdaulat,’’ tandas Lafran. Ketua DPC PDI Perjuangan itu menegaskan, kehadiran Ganti di Kabupaten Batang bukan hanya menjanjikan sesuatu, melainkan akan melakukan dengan tindakan nyata membantu para petani dan nelayan.

‘’Ganti hadir untuk menjalankan sejumlah program dalam rangka memperbaiki nasib nelayan dan petani di Kabupaten Batang. Saat ini nasib nelayan dan petani sebagian besar menjadi buruh, saatnya mereka berdaulat menjadi nelayan yang memiliki perahu dan petani profesional.’’
Sumber : suaramerdeka.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply