Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Harga Ikan Laut Makin Mahal


Pemuda Maritim - Akibat tingginya gelombang laut selatan, harga ikan laut melonjak hingga 30 persen. Untuk bisa mendapatkan tangkapan, nelayan Garut pun terpaksa melaut hingga Pacitan Jawa Timur.

"Harga ikan laut saat ini tinggi-tingginya karena sulitnya mendapatkan, bahkan hilang," kata Kepala Pelabuhan Pendaratan Ikan Cilauteureun, Slamet Riyadi, Senin 13 Juni 2016. Ia menyebutkan, kenaikan harga ikan laut bisa mencapai 30 persen dari harga jual normal. Mahalnya harga ikan lantaran tidak adanya pasokan ikan di Garut akibat cuaca buruk.

"Ikannya enggak ada sekarang, jadi sekitar 30 persen peningkatannya. Musim seperti sekarang ini ikan layur sampai ke Rp 35.000, normalnya sekitar Rp 25.000 atau Rp 30.000. Kalau ikan yang besar malah sampai Rp 40.000," ujarnya.

Untuk ikan tongkol, tutur Slamet, saat ini harganya berada di kisaran harga Rp 20.000 per kilogram dari biasanya paling mahal Rp 12.000 atau Rp 15.000. Bahkan, saat musim panen ikan, harganya bisa mencapai Rp 8.000 atau Rp 7.000 karena ketersediaan ikan yang melimpah.

"Untuk harga udang karang justru sebaliknya, sekarang cenderung lebih murah pada kisaran Rp 50.000 hingga Rp 60.000 per kilogram. Kalau udang besar sampai Rp 250.000 atau Rp 300.000 yang normal. Kalau lobster sampai Rp 400.000, harga jual normalnya dan yang kecil Rp 50.000 hingga Rp 60.000 per kilogram," ucapnya.

Slamet menegaskan, kenaikan harga dipastikan terjadi pada semua jenis ikan laut dengan kenaikan yang bervariasi. Untuk memenuhi kebutuhan ikan di Garut, pasokan diperoleh dari Bandung. "Di Garut, pasokan ikan sangat terbatas dan cenderung tidak ada sehingga terpaksa mengambil pasokan ikan, seperti jenis tongkol untuk dijual kepada konsumen yang ada di Garut dengan harga yang lebih mahal," katanya.

Dia menambahkan, yang membuat harga ikan tambah mahal juga adalah mata rantai penjualannya, mulai dari nelayan, bakul, konsumen, ada juga bakul kecil jual ke bakul besar dan oleh bakul besar dijual lagi. "Prinsip dagang kan kalau barang banyak pasti murah dan kalau semakin sedikit bahkan susah ya semakin mahal ditambah mata rantai penjualannya, mungkin dari nelayannya normal jualnya," ucapnya.

Saat ini, kata Slamet, belum ada yang melaut karena masih takut terjadi gelombang tinggi yang diprediksi berlangsung hingga akhir Juni. Tak sedikit nelayan dari Garut yang terpaksa menangkap ikan ke Pacitan Jawa Timur.

"Dari bulan Mei sampai sekarang ada sekitar 100 perahu yang berangkat ke Pacitan untuk menangkap ikan layur dan langsung dijual juga hasilnya di sana. "Mereka ke sana karena di Garut sedang sulit. Ada juga yang hanya sampai Pangandaran."
Sumber : www.pikiran-rakyat.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply