Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Laksda TNI Surya Wiranto: Pemuda Wajib Faham Konflik Laut China Selatan

Laksda TNI Dr. Surya Wiranto S.H., M.H. berfoto bersama peserta Maritime Learning Centre

Pemuda Maritim - Jumat (10/06), Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) bersama maritimnews.com menggelar acara Maritime Learning Centre, bertempat di Prapanca 101. Acara diskusi ini mengangkat tema mengenai Perspektif Laut China Selatan, adapun narasumbernya adalah Laksda TNI Dr. Surya Wiranto S.H., M.H., serta turut dihadiri oleh para aktivis maritim dari berbagai lembaga.

Surya Wiranto menyampaikan bahwa pemuda sangat penting mengetahui permasalahan mengenai konflik laut China selatan, karena hal tersebut berhubungan erat dengan kedaulatan NKRI. 

”Jika pada zaman penjajahan dahulu Panglima Sudirman begitu berusaha keras agar tidak sejengkal tanah pun di rebut oleh penjajah, maka seharusnya semangat itupun masih tetap harus ada”. Tegas Surya Wiranto

Disampaikan oleh Surya Wiranto, Konflik laut china selatan merupakan sebuah isu yang digadang-gadang sebagai salah satu faktor akan pecahnya perang dunia ketiga karena agresifitas Tiongkok yang begitu besar untuk bisa melakukan ekspansi. Salah satu upaya yang mereka lakukan adalah membuat batas wilayah yang berada di luar perjanjian Indonesia dengan nama "nine dotted line". Alhasil timbullah permasalahan dengan negara-negara terkait yakni yang disebut sebagai claimant state yakni Philipina, Vietnam, Brunei, Malaysia dan Indonesia. Disamping itu negara-negara yang tidak terkait batas wilayahnya namun memiliki dampak baik secara geopolitik maupun ekonomi akibat ulah Tiongkok yang disebut sebagai non claimant state yakni Jepang, AS dan India. Selain itu disampaikan juga terkait non gov actor yakni pihak private yang memiliki kepentingan-kepentingan bisnis di wilayah yang diclaim oleh Tiongkok.

Sambung Surya Wiranto, ”Dalam hal ini, seluruh elemen kenegaraan seharusnya dapat terlibat mempertahankan kedaulatan NKRI. Jelas jika kita melihat peta yang di buat oleh Tiongkok di situ ada kurang lebih sekitar 30% wilayah Indonesia di claim oleh Tiongkok”. Tegasnya

Untuk itu Surya Wiranto berharap pemuda dapat memahami betul bagaimana konflik laut China Selatan ini terjadi karena akan berdampak bagi kedaulatan NKRI. Dilihat dari perspektif kepentingan yakni; kepentingan keamanan, kepentingan kesejahteraan, kepentingan kecerdasan nasional, kepentingan ketertiban dan perdamaian internasional, Kepentingan vital/survival, Kedaulatan dan hak berdaulat diwilayah laut yurisdiksi, Kepentingan utama keamanan maritim.

”Diskusi-diskusi seperti ini harapannya dapat lebih sering diadakan sebagai salah satu wadah pengayaan pengetahuan maritim. Sekaligus sebagai sarana peningkatan kapasitas pemuda terhadap isu-isu kemaritiman ditinjau dalam perspektif akademik”. Harap Surya

Setelah berlangsungnya kegiatan diskusi acara di lanjutkan dengan buka puasa bersama.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply