Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Memperjuangkan Kedaulatan dan Hak Berdaulat NKRI di Laut China Selatan (Jilid 3)



Pemuda Maritim - Melalui pesan singkat Presiden Jokowi diatas KRI Imam Bonjol-388 diperairan Natuna pada tanggal 23 Juni 2016 yang merupakan momentum bersejarah dan sekaligus menegaskan adanya upaya serius dari pemerintah untuk mempertahankan Natuna sebagai wilayah kedaulatan NKRI. Pesan yang disampaikan Jokowi sebagai Panglima Tertinggi TNI (“Jaga... Pertahankan NKRI”), untuk menjaga wilayah negara dan perairan yurisdiksi sebagai bagian kepentingan vital NKRI. Tidak ada kompromi dengan Kedaulatan NKRI, jangan ada sejengkal tanah dan air NKRI yang dikuasai negara asing, harus dipertahankan !!!

Instruksi dari Presiden Jokowi pun secara langsung menjadi semangat juang punggawa TNI AL sebagai penegak kedaulatan dan aparat penegak hukum lainnya dalam menjalankan tugasnya sebagai tulang punggung negara di wilayah kemaritiman NKRI. Visi presiden yang serius dalam bidang kemaritiman tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia memang sudah teruji sebagai negara maritim. Karena ciri dari negara maritim itu adalah adanya upaya serius dari Pemerintah yang menjadi penentu kebijakan suatu negara yang berbasis maritim. Oleh karena itu kita sebagai anak bangsa mari sama sama menjaga kedaulatan dan hak berdaulat Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ancaman apapun, karena laut merupakan masa depan rakyat Indonesia. Jalesveva Jayamahe !!!

Peta Overlapping claim

Dari gambar tesebut nampak “the facto” overlapping claims antara 9 dashed lines RRT dengan klaim unilateral ZEEI dan landas kontinen Indonesia di Laut China Selatan. Wilayah ZEEI yang terkooptasi oleh klaim 9 dashed lines seluas 83.315,62 km2 atau seluas 6 kali pulau Bali dan landas kontinen seluas 33.392,20 km2.


Dari keterangan gambar diatas nampak bahwa penangkapan ikan yang sering dilakukan oleh nelayan RRT selalu berada di wilayah “de facto” overlapping claims antara klaim unilateral ZEEI dengan klaim 9 dashed lines China. Hal ini menunjukkan bahwa RRT secara konsisten menjaga wilayah terorinya baik dengan pembuatan hukum maupun deposit ke Sekjen PBB, di lapangan senantiasa menjaganya dengan kapal nelayan (yang diduga para militer /komponen pendukung China), yang dikawal oleh kapal Coast Guard nya. Tindakan-tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya state practice untuk menunjukkan kepada dunia terhadap positif occupation China tehadap penguasaan wilayah maritim di Laut China Selatan. Kegigihan 2 (dua) kapal pengawal (Coast Guard China) nampak terlihat dari olah gerak kapal tersebut (warna merah), yang terus menerus mengejar KRI Imam Bonjol-388 yang menggandeng kapal ikan tangkaan Han Tan Cou-19038 hingga menjelang masuk ke laut teritorial Indonesia. Tindakan intimidasi lewat radio komunikasi (hostile intent) serta manuver berbahaya (hostile act) juga dilakukan kapal Coast Guard kedua (bawah) dengan memotong haluan KRI.


Penulis:
Laksda TNI Dr Surya Wiranto SH MH 
(Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Kedaulatan Wilayah dan Kemaritiman)


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply