Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Musim Paceklik Nelayan Jepara

Pemuda Maritim - Sebulan terakhir menjadi musim paceklik bagi nelayan minikorsin di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pasalnya, hasil tangkapan menurun drastis. Sementara harga jual ikan di tempat pelelangan tak mengalami kenaikan.

Nelayan minikorsin Dwi Handiarto, warga Keluruhan Jobokuto menyampaikan, menurunnya hasil tangkapan dipengaruhi sejumlah faktor. Selain dipengaruhi tinggi gelombang yang melanda perairan laut Jepara, juga disebabkan kondisi arus dan angin yang tak searah.

“Jadi saat ini kondisinya, angin dan arus tidak searah. Kemudian antara arus permukaan, tengah, dan bawah juga beda. Itu membuat posisi jaring tidak baik dan ikan tidak bisa diangkat,” papar Handiarto di Pelabuhan Jepara sembari menata jaring, Senin (20/6/2016).

Kondisi seperti di atas, Handiarto melanjutkan, sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir. Tak pelak hasil tangkapan menurun. Jika dalam kondisi cuaca baik, sekali melaut Handiarto, dapat menangkap dua ton ikan. Tapi kini hasil tangkapan setiap kali melaut hanya beberapa kuintal.

“Sebetulnya harga ikan di TPI bagus tidak mengalami penurunan, tapi karena hasil tangkapan sedikit jadi buat menutup biaya operasional beli solar saja kurang,” kata Handiarto.

Kondisi tersebut akan berbeda jika terumbu karang sebagai rumah ikan di perairan laut Jawa, terutama dari perairan laut Jepara sampai Batang, masih dalam kondisi bagus. Saat ini kondisi karang di perairan tersebut minim dan rusak.

“Makanya kami para nelayan di sini berharap, Bu Susi kalau mau menenggelamkan kapal jangan hanya di luar Jawa saja. Tenggelamkan saja di perairan Pantura biar bisa jadi rumpon baru,” harap Handiarto.

Rumpon dalam bahasa kelautan adalah karang buatan bertujuan sebagai tempat berkumpul ikan.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Jepara Sudiyatno menyatakan, hasil tangkapan ikan justru mengalami peningkatan. Pada April hasil tangkapan ikan nelayan mencapai 320 ton. Angka tersebut meningkat pada Mei menjadi 336 ton.

“Kalau nelayan menyatakan ada penurunan, wajar. Karena kondisi cuaca seperti ini. Tapi secara keseluruhan hasil tangkapan ada peningkatan sedikit,” kata Sudiyatno.

Disinggung kondisi terumbu karang di perairan laut Jepara, Sudiyatno menambahkan, saat ini dalam kondisi tidak baik. Maka, agar hasil tangkapan ikan bagus, para nelayan membuat rumpon tradisional.

“Rumpon di Jepara memang tidak ada. Nelayan membuat rumpon dari daun kelapa diletakan di tengah laut. Nanti beberapa minggu sekiranya sudah dihuni ikan baru didatangi kembali,” pungkas Sudiyatno.
Sumber : metrotvnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply