Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Nelayan Bonto Bahari Maros Beralih ke Budidaya Rumput Laut

Pemuda Maritim - Sejumlah nelayan di Bonto Bahari, Bontoa, Kabupaten Maros, beralih menjadi petani rumput laut.

Budidaya rumput laut ini baru beberapa bulan terakhir diminati para nelayan. Pasalnya, rumput laut dinilai lebih menjanjikan dibanding hasil tangkapan laut saat ini.

Daeng Kulle(45) satu dari sekian nelayan pencari kerang yang saat ini menekuni budidaya rumput laut menuturkan, nelayan di kampung ini ramai-ramai beralih menjadi petani rumput laut karena hasil tangkapan nelayan beberapa bulan terakhir sangat minim.

Sepanjang jalan hingga menuju Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Bonto Bahari Kecamatan Bontoa terlihat masyarakat menjemur rumput laut.

“Ini baru beberapa bulan terakhir, kalau saya baru sekitar empat bulan. Kebetulan permintaan meningkat, apalagi sekarang hasil tangkapan juga susah makanya beralih ke rumput laut ini,” terang Daeng Kulle.

Rumput laut ini sebelumnya dibudidayakan di laut atau sekitar satu kilo keluar dari daratan, selama tiga bulan lamanya dibudiyakan rumput laut ini sudah bisa dipanen. Jangka waktu budidayanya pun cukup singkat, tidak menunggu waktu lama.

Selain laki-laki, para perempuan juga membantu mengeringkannya. Harga beli rumput laut oleh pengumpul saat ini seharga Rp4 ribu per kilogram.

Setelah dikeringkan dan terkumpul, para pengumpul datang ke sini membelinya dan membawanya ke pabrik pembuat agar-agar di Kawasan Industri Makassar (KIMA) sebagai bahan baku.

“Kami tidak susah memasarkannya para pengumpul datang dan membawanya kepabrik di Makassar,” ungkapnya.
Sumber : sulsel.pojoksatu.id

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply