Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Relokasi Kapal Nelayan ke Natuna Harus Diimbangi Perbaikan Sistem Perizinan

Pemuda Maritim - Pemerintah berencana merelokasi 6.000 kapal nelayan ke perairan Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau.

Rencana itu, menurut Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Ono Surono, perlu diimbangi perbaikan sistem perizinan melaut bagi nelayan yang direlokasi.

“Relokasi tersebut harus diimbangi program lainnya yang menjamin keamanan para nelayan dari perompak. Perlu juga kelonggaran dalam syarat-syarat melaut mereka,” kata Ono, Minggu 26 Juni 2016.

Ia meyakini, hampir 100 persen nelayan dalam negeri mengantongi persyaratan melaut yang tidak lengkap karena kebijakan pemerintah yang sangat ketat.

Akibat persyaratan ketat, banyak di antara nelayan tetap menangkap ikan meski tanpa memenuhi persyaratannya.

Persyaratan yang dirasa memberatkan antara lain buku melaut bagi anak buah kapal, sertifikasi nahkoda, dan juru mesin, serta surat-surat izin lain.

Ono mengatakan, selama ini para nelayan di Indramayu dan daerah lainnya di Indonesia masih kesulitan membuat persyaratan-persyaratan tersebut. Menurut pengakuan para nelayan yang ia kutip, pembuatan satu jenis persyaratan melaut bisa memakan waktu 8 bulan.

Selain persyaratan yang sulit, Ono juga menyoroti pembatasan izin kapal nelayan di bawah 150 Gross Tonnage (GT) oleh pemerintah.

“Jarak ke Natuna cukup jauh apalagi untuk nelayan asal Jawa Timur, misalnya. Dengan kapasitas 150 GT, mereka tidak bisa menutupi biaya produksinya. Paling kapasitasnya sampai 70 ton,” katanya.

Lebih lanjut, Ono menilai nelayan asal Indramayu khususnya dari Karangsong sangat siap dengan relokasi tersebut. Selama ini, ia mengakui sebagian kapal nelayan berkapasitas di atas 30 GT di daerahnya memang mencari ikan hingga Natuna. Namun, tak jarang pihak keamanan laut menangkap mereka karena tidak memenuhi persyaratan.

“Di Indramayu ada kurang lebih 100 kapal di atas 30 GT, sebagiannya mencari ikan hingga Natuna dan sekitarnya. Itu pun pada bulan-bulan tertentu. Kalau memang ada kebijakan relokasi, nelayan Karangsong paling siap,” kata Ono menjelaskan.
Sumber : www.pikiran-rakyat.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply