Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Taman Laut Satu Juta Hektare di Negara Tetangga

Pemuda Maritim - Malaysia berencana membangun Taman Laut Tun Mustapha seluas satu juta hektare sebagai tempat wisata sekaligus konservasi bahari dunia.

Rencana ini sudah dimulai sejak satu dekade yang lalu sebagai usaha pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan taman laut terbesar yang berada di sebelah utara Pulau Borneo. Penetapan lokasi itu sebagai taman laut akan melindungi sumber daya bahari dan mempromosikan pembangunan yang berkesinambungan.

Berbatasan dengan Samudra Pasifik, kawasan yang dikenal sebagai Coral Triangle ini akan melindungi berbagai jenis terumbu karang, mangrove, rumput laut dan tempat penangkapan ikan yang sangat kaya. Di dalam kawasan yang dilindungi itu juga ada 50 pulau.

"Setelah melalui usaha yang panjang, akhirnya kami bisa mencapai tonggak perlindungan kekayaan biodiversity bahari," ujar Dato' Dr Dionysius Sharma, CEO dari WWF-Malaysia.

"Taman Laut Tun Mustapha merupakan simbol dunia tentang bagaimana kita bisa secara bersama-sama melindungi alam dan kemanusiaan."

Taman Laut Tun Mustapha mempunyai 250 spesies karang keras, sekitar 360 spesies ikan, penyu hijau dan duyung serta hutan hujan tropis, bakau dan rumput laut. Selain itu kawasan ini juga akan mendukung keamanan pangan dan kehidupan ribuan orang.

Selama ini penangkapan ikan yang berlebihan, penggunaan bahan peledak dan polusi telah mengancam ekosistem laut yang unik sehingga memunculkan perlunya dilakukan pengelolaan yang berkesinambungan.

"Pembangunn Taman Laut Tun Mustapha akan memicu konservasi dan menjaga keanekaragaman lingkungan alam yang kaya ini," ujar Marco Lambertini, Direktur Jendral WWF International.

"Pembangunan ini juga akan membantu pengelolaan sumber daya bahari yang penting secara berkesinambungan di sebuah kawasan yang akan mendukung pekerjaan, kehidupan dan keamanan pangan banyak orang. Pengukuhan berdirinya taman laut ini merupakan model dan inspirasi bagi konservasi bahari di Coral Triangle dan dunia," tambah Lambertini seperti dikutip The Guardian.

Taman ini akan menjanjikan sebuah pendekatan baru dalam mengelola alam di Sabah. Pembangunan ini akan memungkinkan masyarakat lokal untuk hidup di dalam sebuah kawasan yang dilindungi sehingga 80.000 orang bisa terus melanjutkan aktivitas produktif mereka sebagai nelayan. Sekitar 100 ton ikan ditangkap setiap hari di area ini.

"WWF sangat senang dengan adanya deklarasi pembangunan taman laut Tun Mustapha. Kami mengucapkan selamat kepada Pemerintah Sabah; Kementerian Pariwisata, Budaya dan Lingkungan Sabah; dan Sabah Park yang telah mengambil langkah berani dalam pengukuhan taman laut ini, sehingga menguatkan jalan untuk mengelola kawasan bahari yang dilindungi di Sabah dan Malaysia," kata Sharma.
Sumber : beritagar.id

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply