Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Terdampar, Kawanan Lumba-lumba Digiring ke Laut Banda

Pemuda Maritim - Kepala Desa Sama Jaya, Risal, mengatakan kawanan dioh (lumba-lumba dalam bahasa Bajo) berhasil kembali ke tengah teluk pada Kamis subuh, 16 Juni 2016. Mereka bisa berenang setelah air laut pasang.

Nelayan setempat membantu menggiring kawanan lumba-lumba berenang ke perairan yang lebih aman. Kawanan lumba-lumba itu digiring hingga ke Laut Banda yang berhadapan langsung dengan Teluk Kendari.

"Tidak ada kesulitan saat nelayan menggiring. Lumba-lumba memang mamalia yang pintar. Mereka seperti punya sistem navigasi, tahu arah mana yang aman untuk berenang," ucap Risal saat dihubungi.

Sebelumnya, menurut Risal, ada sejumlah warga yang berniat membunuh mamalia laut itu untuk dikonsumsi. Namun tindakan tersebut urung dilakukan setelah dia mengingatkan ancaman yang akan warga terima jika membunuh hewan yang masuk kategori dilindungi pemerintah itu.

Dalam tradisi masyarakat Bajo, Risal mengatakan, daging lumba-lumba memang bisa dikonsumsi untuk dijadikan kolor abengga, sejenis ikan kering. Namun, Risal menuturkan, niat warga itu bisa dia cegah sehingga kawanan lumba-lumba itu bisa kembali ke laut.
Enam ekor lumba-lumba yang terdampar di perairan Teluk Kendari, tepatnya di sekitar Desa Sama Jaya Bajo, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Rabu, 15 Juni 2016, akhirnya berhasil bebas menuju lautan lepas.
Sumber : tempo.co

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply