Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Atasi Bajak Laut, RI-Malaysia-Filipina Akan Buat Kesepakatan

Pemuda Maritim - Pe­merintah Republik Indonesia akan menandatangani kese­pakatan pengamanan laut de­ngan Malaysia dan Filipina menyusul terus berulangnya kasus penculikan terhadap anak buah kapal asal Indonesia.

Menjelang pe­nan­data­nga­nan kesepakatan tersebut, pe­merintah RI mematangkan konsep pengamanan laut de­ngan personel bersenjata atau sea marshal, sebagai upaya untuk menjamin keamanan wilayah perbatasan di perairan Indonesia, Filipina, dan Malay­sia, terhadap kapal pengangkut batu bara yang melintas di jalur itu.

Untuk membahas standar prosedur operasi dari rencana pengamanan oleh personel Tentara Nasional Indonesia di atas kapal yang membawa ba­rang ekspor ke Filipina, Menteri Pertahanan RI Rya­mizard Rya­cudu akan bertemu dengan Menteri Pertahanan Filipina dan Malaysia Kamis pekan ini (21/7) di Kuala Lumpur.

“Masalah konsep pe­ngaw­alan sudah selesai, tinggal penanandatanganan kese­pa­katan di Kuala Lumpur pada hari Kamis,” kata Ryamizard di kantor Kementerian Pertaha­nan, Jakarta, Senin (18/7).

Indonesia akan memak­simalkan peran TNI dalam penggunaan personel bersenja­ta yang akan melakukan pe­ngawalan di atas kapal batu bara selama berlayar ke Fili­pina. TNI Angkatan Laut juga akan bekerja sama dengan Angkatan Laut Filipina.

“Masalah di laut sudah selesai. Kami akan menem­patkan tentara sebagai penga­walan di atas kapal yang akan berlayar ke Filipina,” ujar Ryamizard.

 Pemerintah Filipina, kata Ryamizard, sudah mengizinkan militer Indonesia memasuki perairannya untuk melakukan pengawalan. Namun penga­walan dilakukan dengan tetap berkordinasi dengan Filipina.

“Kita (TNI) bisa masuk ke (perairan) sana setelah mela­porkan berapa kapal yang masuk ke sana dan berapa personel (TNI yang menga­wal). Setelah sampai di per­batasan, kita (TNI) dijemput tentara (Filipina), dan setelah selesai juga dijemput tentara (Filipina). Kalau di sana sudah ada lampu hijau, baru boleh (masuk),” kata Ryamizard.

Selain pengawalan di wila­yah perairan, pertemuan di Kuala Lumpur juga akan mem­bahas pengawalan oleh perso­nel TNI di daratan Filipina. Pengawalan di darat, ujar Rya­mizard, kemung­kinan besar bisa dilakukan di bawah koor­dinasi angkatan ber­senjata Filipina.

“Pengawalan (darat) akan dipimpin oleh komandan Fili­pina yang bertanggung jawab di wila­yah­nya. Ada semacam operasi bersama,” ujar Ryamizard.

Pekan lalu, delegasi TNI yang dipimpin Asisten Operasi Panglima TNI telah menggelar pertemuan dengan delegasi Filipina yang dipimpin Asisten Operasi Angkatan Bersenjata Filipina.
Sumber : harianhaluan.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply