Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » Dirut BKI : IACS Sambut Baik BKI Sebagai Anggota Baru



Pemuda Maritim - Jakarta, 8 Juli 2016 - Pembangunan Indonesia Poros Maritim yang digelar Presiden Joko Widodo membutuhkan stakeholder handal dan siap mendukung. BKI sebagai BUMN yang merupakan salah satu pilar dalam pembangunan poros maritim Indonesia, mendaftarkan diri sebagai anggota IACS sebagai wujud kualitas layanan jasanya diakui secara global. Pendaftaran ini telah dilakukan oleh Tim BKI yang terdiri dari Ketua Majelis BKI, Laksamana (Purn) DR. Marsetio, Direktur Utama BKI-Rudiyanto, Kepala Divisi Manajemen Strategis-Jeffrey B. Massie, Kepala Cabang Pontianak - Bambang Riyanto, dan Kepala Cabang Banten - Misbachun Aidy, pada Kamis (7 Juli 2016) di Kantor Pusat IACS, London.

Sekjen IACS, Robert Ashdown dan Quality Secretary IACS, Peter William menyambut baik niat BKI menjadi anggota IACS serta menerima dengan baik dokumen aplikasi BKI yang dibawa langsung oleh BKI.

"Sekjen dan Quality Secretary IACS berterimakasih atas aplikasi BKI, karena sudah lebih dari 5 tahun tidak ada aplikasi baru yang masuk, dan saat ini posisi Indonesia juga diperhitungkan sebagai salah satu pilar maritim di asia", ujar Direktur Utama BKI, Rudiyanto, di London Jumat(8/7) jam 5 sore waktu setempat.

Ia menambahkan Laksamana (Purn) DR.Marsetio, selaku ketua Majelis BKI,  juga menyampaikan dukungan Pemerintah Indonesia cq Menteri Perhubungan RI terhadap aplikasi BKI menjadi anggota IACS, termasuk dukungan yang juga diberikan oleh stakeholder maritim indonesia lainnya, seperti INSA dll.

"Bagi saya selaku Dirut BKI tentunya ini adalah langkah kongkrit yang dilakukan BKI setelah sekian lama BKI bercitacita menjadi anggota IACS namun tidak pernah secara formal BKI menyampaikan aplikasi", ungkap Rudi.

Ia menuturkan sudah saatnya pula BKI secara internal harus terus menerus meningkatkan kapabilitas organisasi dan personilnya guna mendukung proses implementasi IACS QSCS, "dan ini sebagai bagian persyaratan menjadi anggota IACS", imbuhnya.

Lebih lanjut Rudiyanto menekankan saat ini sistem manajemen di BKI telah disertifikasi oleh BSI (British Standar Institute) yang merupakan ACB (Accredited Certification Body) yang diakui oleh IACS dan tahun ini BKI masuk dalam kriteria 'High Performance Recognized Organization' berdasarkan Annual Report 2015 - PSC Tokyo MOU.

"Hal itu tentunya sejalan dengan upaya BKI untuk memberikan pelayanan profesional terhadap stakeholder sesuai persyaratan IACS", katanya.

Menjadi anggota IACS dengan manfaat bahwa tiap anggota wadah badan klasifikasi (Classification Societies) kelas dunia ini dapat memberikan instruksi tentang peraturan yang sesuai dengan standar internasional di IMO. Selain itu, BKI akan diakui secara global.

Industri Pelayaran nasional pun akan mendapatkan manfaat bahwa kapal-kapal Indonesia yang berlayar internasional akan diakui oleh negara lain dan perlindungan resiko dari asuransi internasional pula.

Sesuai prosedur IACS, ada 2 tahapan yang harus dilalui BKI yaitu tahap I untuk lolos sebagai suatu Badan Klasifikasi dan Tahap Kedua untuk lolos menjadi anggota IACS. Saat ini BKI mengajukan aplikasi tahap I.

Semoga Kerja keras seluruh jajaran BKI membuahkan hasil karena dukungan dari Pemerintah dan seluruh stakeholder nasional agar BKI sebagai badan klasifikasi milik bangsa indonesia bisa mendunia. (Sri)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply