Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » ITS Raih Medali Emas di Makau Berkat Alat Penawar Air Laut

Pemuda Maritim - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memperoleh medali emas di ajang pertemuan para peneliti muda tingkat dunia yang diadakan di Makau, awal Juli 2016. Penghargaan itu diraih Tunjung Rahmawati pada forum The 5th Macao International Innovation and Invention Expo 2016.

"Saya menang berkat prototype alat yang mereduksi kadar garam dalam air hingga 75 persen," kata dia di Gedung Rektorat ITS, Selasa, 19 Juli 2016. Mahasiswi kelahiran Klaten, 28 Juli 1995 itu membawakan karya berjudul Fabrication of Chitosan-based Membrane for Salt Removal.

Menurut dia, beberapa penelitian pada teknologi membran hanya dapat mereduksi kadar garam dalam air antara 15-25 persen. Dari membran buatannya tersebut, Tunjung berharap penduduk yang tinggal di pesisir dapat mengkonsumsi air yang semula banyak mengandung kadar garam, menjadi air dengan kandungan garam yang lebih sedikit.

Membran yang ia rancang berasal dari limbah kulit udang. Tunjung mencoba mengekstrak limbah kulit udang untuk mengambil zat kitin (C8H13O5N)n. Dari kitin, dilakukan proses desitilisasi hingga menjadi kitosan.

Dari kitosan yang didapat, ia lalu membuat membran dengan menambahkan polysulfone dengan perbandingan 5:95. "Membran dari bahan dasar kitosan dan polysulfone inilah yang kemudian digunakan untuk melakukan proses desalinasi atau pengurangan kadar garam dalam air," tuturnya.

Kitin adalah polimer berantai panjang dari asetilglukosamin-N, sebuah turunan dari glukosa. Zat ini adalah komponen utama dari dinding sel jamur, udang dan kepiting. Kitin bersifat tidak larut dalam air. Zat kitin dimodifikasi sedemikian rupa sehingga terbentuklah zat kitosan, yang dapat mengikat zat-zat racun.

Meski prototipe yang disodorkan baru selesai 85 persen, juri tertarik dengan ide pemanfaatan limbah oleh alatnya. "Saya didampingi seorang penerjemah bahasa Cina, karena sebagian juri banyak menggunakan bahasa setempat," kata dia.

Dalam The 5th Macao International Innovation and Invention Expo 2016 itu, terdapat sekitar 40 negara yang peserta yang didominasi para penemu dan peneliti muda dari Cina. Indonesia diwakili oleh dua tim, yakni satu orang dari ITS dan satu tim dari SMA di Palu yang memperoleh medali perak.
Sumber : m.tempo.co

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply