Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Krisis Laut China Memanas, ASEAN Masih Pasif

Pemuda Maritim - ASEAN atau Kelompok Negara Asia Tenggara masih pasif menyikapi krisis Laut China Selatan yang semakin memanas. Para Menteri Luar Negeri (Menlu) ASEAN yang akan bertemu di Laos juga belum ada agenda pertemuan khusus untuk membahas sengketa maritim yang rawan konfrontasi itu.

Sengketa kawasan Laut China Selatan melibatkan China dan sejumlah negara ASEAN seperti Filipina, Malaysia, Brunei dan Vietnam. Filipina sudah berhasil memenangkan gugatan arbitrase terhadap China, meski Beijing belum bisa menerimanya.

China bahkan meminta berdialog dengan Filipina di luar putusan Pengadilan Tetap Arbitrase dan jika menolak ada potensi untuk konfrontasi.

Pertemuan para Menlu ASEAN di Laos akan dimulai akhir pekan ini. ”Sampai sekarang, berdasarkan program yang kita dapat, kita belum mendengar adanya pertemuan sampingan untuk membahas Laut China Selatan," kata Direktur Mitra Wicara Antar-Kawasan Direktorat Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri Indonesia, Derry Aman, Kamis (21/7/2016).

Meski demikian, kata Derry, Indonesia akan tetap mempertahankan posisinya terkait polemik sengketa Laut China Selatan. Indonesia tidak terlibat sengketa maritim, namun mendesak semua pihak menciptakan situasi kondusif di Laut China Selatan.

"Yang pasti Indonesia akan tetap berusaha untuk mempertahankan isu Laut China Selatan, terutama dalam bagaimana menjaga situasi tetap dalam kondisi damai, stabil dan kondusif. Setiap pihak  menahan diri, dan itu akan menjadi dasar bagi Indonesia dalam berbicara dengan semua pihak,” katanya.
Sumber : sindonews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply