Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Nelayan ini Kaget Bukan Kepalang Dapat Ikan Raksasa Seberat Dua Ton Terjerat Jaringnya

Pemuda Maritim - Seekor ikan jenis hiu paus terperangkap jaring nelayan di Pekon Karanganyar, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus, Lampung.

Sayang saat sejumlah nelayan menemukannya, Senin (25/7), kondisi ikan bernama latin rhicodon typus itu sudah mati.

Semula, beberapa nelayan tidak menyadari keberadaan ikan hiu paus tersebut. Mereka hanya merasakan beban yang berat saat menarik jaring.

Setelah sampai di pantai yang bermuara, para nelayan baru mengetahui ternyata ada ikan berukuran besar di jaring mereka.

"Kebiasaan nelayan di sini, malam memasang jaring. Lalu, paginya baru menarik jaring," kata Kapolsek Wonosobo Inspektur Satu Junaidi.

Ikan tersebut memiliki bobot berkisar dua ton dengan panjang lima meter. Menurut Junaidi, para nelayan tidak sengaja mendapati ikan hiu paus di jaring mereka.

"Mungkin karena berat, tapi jaring tetap harus diangkat, akhirnya mereka tetap menarik jaring," ujar Junaidi. "Mereka juga tidak tahu bahwa ikan itu termasuk hewan dilindungi," imbuhnya.

Awalnya, ada empat nelayan yang menarik jaring itu. Namun lantaran tidak kuat, beberapa nelayan lain ikut membantu.

Junaidi memperkirakan, kondisi ikan sudah sakit saat di laut. Ikan tersebut lalu menepi untuk menghindari arus laut. Akan tetapi, malah terperangkap jaring nelayan.

Karena kondisinya tidak selamat, warga bersama nelayan akhirnya mengubur ikan berkulit gelap dan bertotol-totol itu.

"Bagi nelayan di sini, kaget juga. Setiap hari menjaring ikan, baru kali ini ada ikan hiu masuk jaring," tutur Junaidi.

Ikan hiu paus termasuk hewan mamalia langka yang dilindungi. Ini berdasarkan Peraturan Kementerian Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2013.

Aturan tersebut dikeluarkan ketika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, selaku pemegang otoritas keilmuan, memberikan rekomendasi perlindungan penuh bagi ikan hiu paus sejak tahun 2012.
Ikan hiu paus merupakan predator tingkat trofik dalam ekosistem pesisir dan lautan terbuka.

Jumlahnya diketahui semakin berkurang karena mudah tertangkap secara tidak sengaja. Relatif mudahnya ikan ini tertangkap tanpa sengaja kemungkinan karena ukurannya yang besar dengan gerakan yang lambat.
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply