Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » » Akibat Abrasi, Sejumlah Rumah Terancam Longsor ke Laut

Pemuda Maritim - Ter­jangan gelombang yang ter­jadi di sepanjang tepian su­ngai/laut wilayah Kabupaten Siak, khususnya Kecamatan Sungai Apit menyebabkan terjadinya abrasi yang se­makin hari kian meng­kha­watirkan. Seperti yang terjadi di tepian laut Kampung Bun­sur, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Sejumlah warga yang pernah tinggal di tepian laut tersebut, saat ini telah banyak yang memilih untuk pindah ke tempat lain, karena mereka khawatir rumah-rumah me­reka akan roboh dan terjung­kal alias longsor ke laut. Sebagaimana dikemukakan Alim (45), salah seorang warga Kampung Bunsur yang pada beberapa waktu lalu pernah tinggal di tepian laut Bunsur.

“Beberapa tahun silam kami tinggal di tepian laut Bunsur itu, tapi sekarang kami sudah pindah, dan lahan (tanah, red) rumah yang pernah kami tinggali itu, sekarang sudah menyatu dengan pantai, dan yang tertinggal hanya surat tanah­nya saja,” ujarnya kemarin.

Pantauan di lapangan, saat ini wilayah pinggiran laut Bunsur itu hanya bisa di­manfaatkan untuk tempat bercocok tanam dan rekreasi melihat keindahan pe­man­dangan tepian laut. Sedang­kan untuk pe­mukiman sudah tidak memungkinkan lagi.

Guna mengantisipasi me­le­bar dan meluasnya abrasi. Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Ormas Masyarakat Peduli Kabu­paten Siak (MPKS) telah berupaya melakukan ber­bagai tindakan, salah satunya dengan melakukan pena­naman mangrove.

Sebagaimana dijelaskan Ketua Harian Ormas MPKS Said Darma Setiawan, ke­pada wartawan. “Kami (MP­KS, red) sangat prihatin dengan kondisi tepian laut Bunsur akibat fenomena abrasi itu, sehingga pada beberapa waktu lalu, kami bersama segenap elemen masyarakat melakukan pena­naman mangrove sepanjang 1 KM, dan pada tahun ini rencananya kami akan mela­kukan penanaman lagi, guna mengurangi terjadinya abrasi yang kian mencemaskan,” jelasnya.

Lebih lanjut Said menga­takan, fenomena abrasi tidak hanya terjadi di sekitar tepian laut Kampung Bunsur saja. Melainkan juga terjadi di sejumlah daerah yang me­mang berada di tepian sungai dan laut. Dengan demikian semestinya pemerintah pusat maupun pemerintah daerah bisa segera mengambil lang­kah-langkah kebijakan, agar abrasi tersebut tidak ber­tambah parah.

“Abrasi merupakan feno­mena alam yang memang sulit untuk dihindari dan diatasi, namun kita berharap ada langkah-langkah yang akan diambil oleh peme­rintah dalam upayanya mengatasi ancaman abrasi itu,” pung­kasnya.
Sumber : harianhaluan.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply