Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Akomodir Hasil Tangkapan Nelayan, KKP Bangun ICS di Natuna

Pemuda Maritim - Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo mengatakan, guna mengakomodir hasil perikanan baik dari nelayan maupun pembudidaya, saat ini KKP tengah membangun Integrated Cold Storage (ICS) berkapasitas 200 ton di Natuna.

"KKP telah mencanangkan Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Kabupaten Natuna, dan untuk memudahkan pengolahan hasil perikanan kita, maka kami bangun ICS di sana," ujar Nilanto, di Jakarta, Rabu (24/8/2016).

ICS sendiri sambung Nilanto, merupakan Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang terintegrasi dengan Gudang Beku (Cold Storage). Dengan adanya ICS, maka pengolahan hasil perikanan tangkap atau budidaya dalam satu rangkaian proses produksi dengan tempat penyimpanannya sehingga proses produksi akan lebih efisien, mutu produk yang dihasilkan lebih terjamin (sesuai standard), dan jumlah sesuai dengan permintaan yang dibutuhkan.

"Kami sangat konsen dengan produktifitas dan peningkatan kualitas produk perikanan nasional, ICS merupakan salah satu jawaban mengarah kesana," sambungnya.

Adapun untuk pembangunan ICS sendiri, lanjut Nilanto lagi, dibiayai langsung oleh pemerintah dengan menelan biaya sebesar Rp11,2 milliar, dan ditargetkan untuk pembangunan selesai sampai dengan akhir tahun ini, dan awal tahun depan sudah mulai running.

"Sekarang dalam tahap pembangunan dan harapnnya rampung tahun ini, tahun depan sudah jalan,” lanjut dia.

Dan untuk tahun 2017 nanti, rencannya KKP akan membangun 1 cold storage kapasitas 3000 ton yang merupakan pengembangan dari ICS tahun ini, harapannya dengan pembangunan ICS ini bisa menarik investor baik dari dalam maupun luar negeri. Sehingga kita bisa menjadi eksportir ikan terbesar di Asia Tenggara.

"SKPT Natuna ini sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam mengembangkan perikanan nasional, harapannya investor bisa melihat potensi itu dan bisa ikut bergabung," tutur dia.

Seperti diketahui, tahun 2016 Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan telah mengalokasikan dana pusat dan tugas pembantuan dengan total nilai Rp23,08 miliar, untuk pembangunan satu unit Integrated Cold Storage kapasitas 200 ton (meliputi Cold Storage, ABF, Ice Flake Machine kapasitas 10 ton), Ruang Pengolaha, Instalasi Listrik 198 KVA, IPAL dan Genset 250 KVA, sedangkan untuk mendukung pengolahan dan pemasaran ikan diberikan bantuan berupa 50 unit coolbox kapasitas 200 liter, 15 unit Chest Freezer 300 liter, 20 unit Hand Sealer dan 5 unit Ice Flake Machine kapasitas 1,5 ton.
Sumber : okezone.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply