Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » APMI Konsisten Turut Serta Menyukseskan Kurikulum Kemaritiman



Sejarah telah membuktikan bahwa bangsa Indonesia pernah berjaya di bidang maritim dengan pelaut-pelaut yang tangguh dan kerajaan-kerajaan nusantara berbasis maritim. Saat ini bangsa Indonesia merupakan pemilik Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas wilayah laut sekitar 6,65 juta km2 atau sekitar 76,94% dari luas keseluruhan negara. Laut ini menghubungkan 17.499 pulau yang terbentang di wilayah khatulistiwa dan berperan sangat penting bukan hanya sebagai sumber penyedia pangan dan energi tetapi juga merupakan wahana pemersatu bangsa. 

Dengan kekayaan sumber daya kelautan yang melimpah, keragaman sosial dan budaya bahari masyarakat, serta letak geostrategis yang Indonesia miliki, sudah selayaknya Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019. Untuk mencapai misi pembangunan ini, diperlukan pembangunan sumber daya manusia Indonesia di bidang maritim yang unggul dan berdaya saing salah satunya melalui jalur pendidikan dengan menerapkan kurikulum kemaritiman pada anak didik sejak usia dini hingga jenjang pendidikan menengah.

Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk), Kemendikbud RI sebagai pengemban tugas dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum pendidikan nasional menyelenggarakan Rapat Kerja yang salah satu agendanya yaitu pembahasan dan penyusunan draf kurikulum kemaritiman pada tanggal 4-6 Agustus 2016. Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) sebagai organisasi pemuda yang konsisten dan komitmen untuk terus berupaya menyukseskan pembangunan maritim di Indonesia sejak 2013 turut serta dalam agenda kurikulum kemaritiman ini. Keikutsertaan APMI dalam mendorong dan menyusun kurikulum kemaritiman telah dimulai sejak November 2015. Dengan diwakili oleh Kaisar Akhir selaku Wasekjen, APMI bersama perwakilan instansi lainnya yaitu Kemenko Maritim, LIPI, Yayasan Hang Tuah, Puskurbuk Kemendikbud, Pusdik KP KKP, dan SMK-SMK terkait bidang kemaritiman telah berhasil menyusun draf Kurikulum Kemaritiman. Kurikulum Kemaritiman disusun dengan kerangka dasar yang meliputi landasan filosofis, landasan sosiologis, landasan psikopedagogis, landasan teoritis, dan landasan yuridis.

Kurikulum Kemaritiman bertujuan untuk membangun manusia Indonesia agar memiliki sikap (karakter), pengetahuan, dan keterampilan dalam pengelolaan potensi kemaritiman menuju peraihan kembali kejayaan Indonesia sebagai bangsa bahari dan negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional. Kurikulum ini memiliki karakteristik yakni dimulai sejak usia dini, berlaku secara nasional, konstruktif, informatif, inovatif, kekhasan rakyat nusantara, dan berwawasan lingkungan. Kurikulum ini berdasarkan wawasan sejarah maritim, nilai budaya bahari, dan potensi sumber daya kelautan guna menanamkan cinta tanah air dan jiwa negarawan yang berkarakter maritim dalam rangka membangun manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing. Adapun ruang lingkup materi Kurikulum Kemaritiman meliputi kondisi fisik pesisir, laut, dan pulau; sumber daya kemaritiman; sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat pesisir; serta tata kelola maritim. Pembelajaran kurikulum ini akan disampaikan secara terstruktur dari jenjang PAUD sampai dengan pendidikan menengah, yang mana disesuaikan dengan usia dan kelas peserta didik.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply