Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » » Balai Riset Laut LIPI di Lombok Jadi Laboratorium Global

 Pemuda Maritim - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan menjadikan Balai Bio Industri Laut (BBIL) di Lombok, Nusa Tenggara Barat, sebagai laboratorium kelautan internasional. Lembaga riset dan pengembangan itu memiliki lima laboratorium dan fasilitas produksi benih di laut untuk budi daya mutiara dan lobster.

Balai yang terletak di Teluk Kodek, Desa Malaka, Lombok Utara, ini diresmikan Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain, Kamis siang. Fasilitas tersebut awalnya adalah stasiun penelitian laut yang dibangun pada 1997. Sejak 2002, tempat ini menyandang status Loka Pengembangan Bio Industri Laut.

Iskandar mengatakan LIPI ingin mengembalikan budaya maritim dan melakukan program penyelamatan spesies-spesies laut. Menurut dia, Balai memiliki teknologi untuk melakukan program penyelamatan dan konservasi serta memberikan manfaatnya bagi masyarakat. “Harus ada keseimbangan, tidak hanya perlindungan, tapi juga manfaatnya diperoleh masyarakat,” ujarnya.

Sebagai pusat penelitian global, LIPI akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri agar bisa didaftarkan. Saat ini ada 24 negara yang bisa memanfaatkannya. “Di sini lokasinya strategis,” tutur Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Dirhamsyah.

Sebelumnya, LIPI pernah diminta melatih tenaga kelautan Singapura. Namun Dirhamsyah memilih menundanya sambil menunggu kesiapan BBIL sebagai pusat pelatihan. “Saya meminta mereka yang datang ke sini,” ucapnya.

Selain penelitian, menurut Dirhamsyah, BBIL akan diberdayakan untuk membantu keperluan masyarakat. Di BBIL sudah bisa dilakukan pembenihan teripang pasir (Holothuria scabra), pembesaran lobster pasir (Panulirus bomarus), budi daya kerang mutiara (Pinctada maxima), budi daya abalon, dan siput mata bulan (Turbo chrysostomus).

Di lahan seluas 7 hektare, BBIL memiliki laboratorium untuk pembenihan, analisis mikrobiologi, genetika, dan nutrisi. “Ada fasilitas produksi benih di laut,” kata Kepala BBIL Hendra Munandar.
Sumber : tekno.tempo.co

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply