Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » Bedah Buku My Fish My Life, Letkol Laut (P) Salim; Mahasiswa Harus Berperan Dalam Wujudkan Poros Maritim !

Letkol Laut (P) Salim memaparkan tentang isi buku "My Fish My Life" 

Pemuda Maritim, Semarang- Acara Launching perdana sekaligus bedah buku My Fish My Life : Ketahanan Pangan dari Laut, Sea Power Perspective, karya Letkol Laut (P) Salim, S.E sukses terselenggara pada tanggal 27 Agustus 2016 di Aula Dekanat Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Semarang. Acara ini diselenggara oleh Himpunan Mahasiswa Perkapalan (Himaspal) UNDIP dan Raja Samudera. Selain Letkol Laut (P) Salim, S.E. sebagai penulis buku, acara ini juga menghadirkan Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Riza Damanik yang kini menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama, Kantor Staf Presiden (KSP).

Salim dalam bukunya menjelaskan bahwa ketahanan pangan berbasis laut menjadi salah satu syarat utama terwujudnya visi indonesia sebagai poros maritim dunia mengingat potensi mega biodiversity lautan Indonesia. Tak hanya itu saja, 75% total perdagangan dunia ditransportasikan melalui laut indonesia, terutama melalui selat Malaka, selat lombok, selat Makassar dan laut-laut Indonesia lainnya dengan nilai sekitar 1.500 triliun dolar AS setiap tahunnya sehingga dapat meningkatkan perekonomian nasional. 

Lebih lanjut, lulusan AAL tahun 1995 itu menerangkan bahwa poros maritim juga dapat mengancam ALKI sehingga perlu adanya  Ocean policy dan Tata Ruang Laut Nasional  yang komprehensif sehingga dapat mewujudkan  Sea Power Indonesia yang tangguh dan ditakuti bangsa asing. Perwujudkan poros maritim tidak hanya menjadi tanggungjawab stakeholder yang terkait namun juga melibatkan pertahanan rakyat semesta yang diimplementasikan dalam national character.

“Mari kita kembali ke jati diri bangsa sebagai pelaut yang memiliki peradaban maritim yang luhur dengan menuangkan konsep ocean leadership pada national characternya,” terang mantan Komandan KRI Yos Sudarso tersebut

Sedangkan pembicara kedua yaitu Riza Damanik lebih menekankan pada peningkatan taraf hidup nelayan mengingat mayoritas nelayan indonesia masih hidup dibawah kantong-kantong kemiskinan. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menyejahterakan nelayan Indonesia adalah dengan adanya jaminan asuransi nelayan yang mencakup anak istri.

“Tidak hanya mahasiswa saja yang harus berorganisasi. Nelayan juga harus berorganisasi. melakukan aktivitasnya secara kolektif sehingga tidak ada lagi praktik semena-mena.Pemerintah juga telah mengeluarkan UU Perlindungan Nelayan & petambak garam yang dapat memperkuat organisasi nelayan tersebut.” Kata Riza.

  Di akhir pemaparan keduanya menaruh harapan besar kepada para mahasiswa agar tidak hanya mengkritisi kebijakan pemerintah namun juga turut aktif dalam mewujudkannya dimulai dari hal-hal kecil.

“Adik-adik mahasiswa coba kalian  buka RNJP perikanan kelautan 2017. Kalian pikirkan kira-kira langkah apa yang bisa kalian lakukan sesuai ilmu yang kalian dapat untuk membantu mewujudkan program-program tersebut. Contoh kecilnya mungkin mengirim tulisan di koran atau majalah. Jadi jangan hanya sekedar kuliah tidur main. Karena peran kalian sangat dibutuhkan apalagi UNDIP salah satu prototype maritim Indonesia.” Imbuh Salim
(Nuri)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply