Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » DPR: Proyek Reklamasi Jangan Kesampingkan Nelayan

Pemuda Maritim - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya, Luhut Binsar Panjaitan akan mengkaji kembali proyek reklamasi Teluk Jakarta patut diapresiasi.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari FPKB Daniel Djohan mengatakan, jika reklamasi dilakukan dengan benar maka akan menunjang kesejahteraan dan perekonomian, khususnya bagi nelayan dan masyarakat di sekitar.

"Kita mendukung reklamasi dengan syarat semua ketentuan termasuk Amdalnya terintegrasi dan syarat kelestarian lingkungan lainnya sudah dipenuhi. Dan jangan sampai reklamasi mengesampingkan para nelayan," kata Daniel di Jakarta, Senin (15/8/2016).

(Baca: "Kami Ingin Pak Luhut Berpihak pada Nelayan")

Wakil Sekjen DPP PKB itu menambahkan, secara legalisasi reklamasi itu tidak mengganggu lingkungan, nelayan, dan tata kota. Tapi semua persyaratan untuk itu harus dipenuhi agar tidak ada gugatan di kemudian hari.

"Reklamasi sesungguhnya bisa membawa kesejahteraan bagi nelayan penduduk sekitarnya," tandasnya.

 Kelanjutan Nasib Reklamasi Teluk Jakarta

Sementara itu, pakar lingkungan hidup dari Universitas Indonesia (UI) Firdaus Ali mengatakan ada banyak keuntungan ekonomis dari proyek reklamasi pantai utara Jakarta.

Peneliti Teknik Lingkungan FTUI itu mengatakan, ada dua pilihan untuk nelayan terkait proyek reklamasi Teluk Jakarta Pertama, lingkungan sosial nelayan sangat kumuh dan kotor.

"Jika reklamasi dilakukan, para nelayan akan diprioritaskan untuk beralih profesi menjadi karyawan di sana. Lalu, jika mereka tetap memilih menjadi nelayan, maka akan dibangun kampung nelayan di beberapa lokasi, entah di Kamal Muara, Cilincing atau Muara Angke," sambungnya.

 Moratorium Reklamasi Teluk Jakarta

Untuk itu, Firdaus, yang tidak menginginkan proyek reklamasi dihentikan meminta Pemprov DKI Jakarta segera mengeluarkan rancangan pembangunan di Teluk Jakarta.

"Kalau proyek ini dihentikan yang tertawa adalah Singapura. Mereka tidak ingin Jakarta maju, karena kalau terjadi pembangunan di Teluk Jakarta maka otomatis tidak ada yang membeli properti mereka," tutupnya.
Sumber : news.okezone.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply