Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Gubernur NTT Resmikan Pabrik Rumput Laut

Pemuda Maritim  - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya, Sabtu, meresmikan pabrik pengolahan rumput laut milik Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua di Pulau Sabu, sekitar 115 mil dari Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Pemkab Sabu Raijua di bawah kepemimpinan Bupati Marthen Luther Dira Tome sudah bekerja maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah ini melalui sektor rumput laut," kata Gubernur Lebu Raya kepada wartawan usai meresmikan pabrik pengolahan rumput laut tersebut yang terletak di Pulau Sabu bagian timur.

Ia menjelaskan, wilayah Provinsi NTT merupakan wilayah kelautan yang bisa dimanfaarkan untuk pengolahan rumput laut sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat NTT.

Namun, yang menjadi permasalahan saat ini adalah mental dari masyarakat yang enggan untuk bertani dan mengolah rumput laut menjadi salah satu pekerjaan saat musim kemarau.

Keberadaan pabrik rumput laut tersebut juga, menurutnya, akan terus berproduksi jika para pekerjanya bisa bekerja dengan giat dalam mengelolah pabrik tersebut.

"Berkembang atau tidaknya pabrik ini tergantung dari para pekerja dan pemerintah daerah ini bisa bekerja dengan giat atau tidak," ujar. Oleh karena itu, orang nomor satu di NTT tersebut meminta Pemda Sabu Raijua untuk mencari pengusaha yang dapat mengelolah pabrik rumput laut tersebut.

"Bupati kan tugasnya bukan hanya mengelola pabrik ini, tetapi memperhatikan yang lain. Oleh karena itu, akan lebih baik kalau pengolahan pabrik ini nantinya diserahkan kepada swasta untuk dikelola dan berubah menjadi Perseroan Terbatas (PT)," tambahnya.

Bupati Sabu Raijua Marthen Luther Dira Tome mengatakan berdirinya pabrik pengolahan rumput laut tersebut berkat bantuan dan kesadaran dari masyarakat di salah satu pulau terdepan Nusantara ini.

"Dibangunnya pabrik tersebut juga untuk membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat di Pulau Sabu dan Raijua," ujarnya.

"Saya justru telah mengeluarkan Surat Edaran kepada para camat, lurah, dan instansi terkait untuk tidak menjual rumput laut ke luar dari Sabu. Saat ini kita sudah punya pabrik, kita panen dan kelola di sini menjadi chip, baru kemudian dijual ke luar Sabu," demikian Marthen Luther Dira Tome.
Sumber :

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply