Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » » Gunakan Pukat Harimau, Tiga Nelayan Ditangkap Polisi

Pemuda Maritim - Tiga orang nelayan asal kecamatan Makarim Jaya, kabupaten Banyuasin ditangkap Satuan Polisi Airud Polres Banyuasin di perairan di perairan Muara Kupang Banyuasin, karena menangkap ikan menggunakan pukat harimau.

Dari tangan Supriadi (32), Masroni (40), dan BG (14) petugas mengamankan barang bukti berupa, satu unit kapal penangkap ikan, jatimulya harimau dan 30 Kilogram ikan.

Menurut keterangan Supriadi, mereka terpaksa mengunakan Pukat harimau karena tangkapan ikan akhir-akhir ini sangat sedikit. "Jangankan mau untung, balik modal minyak saja susah," kata Supriadi, Senin (1/8/2016).

Untuk makan sehari-hari saja sering nombok, bila mengandalkan jaring biasa. "Lihat saja hasilnya, sekarang tangkapan ikan sedikit," katanya.

Sementara itu Kapolres Banyuasin AKBP Prasetyo R Purboyo mengatakan, tiga pelaku diringkus petugas patroli pada Jumat 29 Juli. Untuk pemeriksaan Supriadi pemilik kapal dan dua anak buah kapal Makaroni dan BG diamankan petugas.

"Petugas curiga karena ketika hendak didekati, kapal nelayan tersebut malah berusaha menghindar. Sempat terjadi kejar-kejaran antara kapal patroli Pol Air dengan kapal mereka," jelasnya.

Setelah berhasil ditangkap, ternyata ditemukan barang bukti pukat harimau di kapalnya. Padahal sosialisasi sudah berulang kali, agar tidak menggunakan alat tangkap seperti itu. Karena dapat membunuh populasi ikan dan melanggar hukum.

Atas perbuatannya, mereka akan dikenaikan Undang-Undang (UU) Perikanan Nomor 31 Tahun 2004 Junto UU Nomor 45 Tahun 2009 Pasal 8 dan 9 ancaman hukuman lima tahun denda Rp2 miliar.

"Khusus untuk tersangka yang masih dibawah umur hukumannya akan disesuaikan secara prosedur untuk penanganan hukum anak-anak," tutupnya.
Sumber : okezone.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply