Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Mitos Nyi Roro Kidul Masih Hantui Nelayan DIY

Pemuda Maritim - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kekurangan nelayan andal, profesional, dan kompeten. Kemampuan nelayan pantai laut selatan DIY dianggap belum maksimal dalam menangkap hasil laut.

Saat ini hasil tangkapan laut di laut selatan baru mencapai 6.000 ton ikan per tahun. Padahal, jumlah ikan di sana melimpah dengan potensi tangkapan mencapai 95-100 ribu ton ikan per tahun.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY, Sigit Sapto Raharjo, mengatakan hasil tangkapan para nelayan DIY masih rendah. Jumlah ini masih kalah jauh dibandingkan nelayan di Pacitan dan Cilacap. Akibatnya, banyak nelayan di kedua daerah itu pindah menangkap ikan di laut selatan.

"Potensi tangkapan ikan di DIY masih sangat banyak. Kewenangan DKP DIY sekarang diperluas dari 4 mil menjadi 12 mil. Itu masih banyak yang bisa dieksploitasi," katanya usai pembukaan Musyawarah Daerah Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) DIY, Selasa (30/8/2016).

Faktor lainnya adalah masih kuatnya jiwa agraris sebagian besar masyarakat Yogyakarta. Adanya mitos penunggu laut selatan Nyi Roro Kidul turut membuat para nelayan Yogyakarta tak betah berlama-lama melaut.

"Mereka bukan keturunan pelaut sehingga mencari ikan di laut hanya sehari, lalu balik dan berkumpul bersama keluarga. Untungnya, dengan adanya program 'among tani dagang layar', nelayan lebih betah melaut," tuturnya.

Minimnya kapal dan alat tangkap yang dipakai nelayan turut menyumbang rendahnya tangkapan ikan. Nelayan DIY masih mengandalkan kapal kecil di bawah 30 grosston seperti perahu tempel (jukun) yang hanya bisa mengangkut maksimal 100 kilogram hasil laut.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut pemerintah DIY sudah mengirim beberapa nelayan untuk mengikuti pelatihan. Selain itu pemda mengimbau agar setiap bantuan kapal yang diberikan pemerintah atau swasta agar diserahkan ke pemerintah daerah. Para nelayan bisa menggunakan kapal dengan sistem pinjam.

"Jika ada kerusakan, para nelayan juga tak perlu keluar uang banyak untuk memperbaiki. Mereka bisa menghemat biaya perawatan kapal," ujar dia.

Pemerintah DIY pun mendorong sebanyak 3.000 nelayan Yogyakarta lebih giat menangkap ikan.
Sumber : jateng.metrotvnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply