Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » Nelayan Pantura Minta Nasib Mereka Diperjuangkan

Pemuda Maritim  - Para Nelayan di Pantura Kabupaten Subang menunggu langkah nyata Pemkab Subang memperjuangkan nasib mereka, terkait rencana Pembangunan Pelabuhan Internasional di Patimban. Pasalnya, tak bisa dimungkiri kehadiran pelabuhan akan ada dampak, terutama pada nelayan tradisional di Pantura Subang.

"Sebagian besar warga Mayangan sudah turun temurun menggantungkan hidup dari laut. Mereka masih tradisional jangkauan melaut terbatas, jadi pasti kami terkena dampak, kami mendukung pembangunan tinggal bagaiman solusi dan perhatian pemerintah, itu yang kami tunggu," kata Agus dari KUD Mayangan Legonkulon Subang, seusai diskusi di Aula Dekopinda Subang, Minggu 31 Juli 2016.

Dia mengatakan, nelayan yang menjadi anggota KUD ditempatnya berjumlah 239 orang. Walaupun lokasi utama pelabuhan bukan di desanya, tapi berdekatan sehingga dipaastikan akan nelayan ditempatnya akan terkena dampak. Apalagi para nelayan melaut tak bisa jauh karena peralatannya masih sederhana. "Kami minta Pemkab bisa cepat mengambil langkah, bagaimana nasib kami nanti. Kalau kewenangannya ada di pusat, pemkab harus bisa memfasilitasi dan memperjuangkan nasib kami. Jangan sampai nantinya jadi sejarah, di daerah itu ada nelayan, pas ada pelabuhan hilang," ujarnya.

Dalam diskusi selain muncul berbagai aspirasi dari kelompok nelayan, juga ditanyakan sejauhmana kesiapan Pemkab Subang menyambut kehadiran Pelabuhan. Kehadiran pelabuhan Internasional di Patimban yang pembangunannya akan dimulai 2017 harus bisa memberikan kontribusi nyata kepada Pemkab Subang dan manfaatnya dirasakan masyakat sekitar.

Selain muncul pula desakan agar Pemkab lebih pro aktif, tak hanya jadi "penonton" dan diharapkan bisa memiliki saham di Pelabuhan sekaligus memperjuangkan pula keinginan dan nasib masyarakat sekitarnya. "Pemkab Subang jangan hanya duduk manis, tapi harus pro aktif. Saya berharap Pemkab Subang bisa memiliki saham supaya kontribusi ke kas daerah bisa jelas. Salah satunya bisa melalui kepemilikan lahan, beli seluas-luasnya, kalau anggaran kan bisa dicicil melalui APBD," ujar Daeng Makmur Thahir, pemerhati Ekonomi dari STIESA Subang yang juga Ketua Dekopinda Subang di sela-sela diskusi.
Sumber : www.pikiran-rakyat.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply