Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Perbaikan Tangkis Laut Terhambat Dana

Pemuda Maritim  - Perbaikan tangkis laut di Kabupaten Sumenep yang memiliki luas lautan lebih dari 50 ribu meter persegi, tidak cukup jika hanya mengandalkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setempat.

Bahkan tahun ini dana yang dikucurkan melalui APBN pun hanya mampu untuk melakukan pembangunan tangkis laut di beberapa titik di daerah pantura Sumenep.

Tahun ini perbaikan tangkis laut yang bersumber dari APBD Kabupaten Sumenep untuk daratan lebih banyak untuk perbaikan tangkis laut di daerah pesisir selatan seperti Kecamatan Bluto dan Pragaan.

Sementara di daerah kepulauan paling banyak untuk perbaikan di Kepulauan Kangean yang terdiri dari dua kecamatan, yaitu Kecamatan Arjasa dan Kangayan.

Sehingga ada beberapa daerah di daratan Sumenep yang selama ini menjadi tempat bersandar perahu nelayan, tepatnya di Pantai Bintaro Kecamatan Gapura dan di pesisir Kecamatan Dungkek luput dari perbaikan.

Hal itu dikatakan oleh Abdul, warga Desa Romben Barat Kecamatan Dungkek. Pihaknya menuturkan bahwa di pesisir laut daerah Gapura dan Dungkek sudah sekitar enam tahun tangkis laut mengalami kerusakan yang cukup parah.

“Di Desa Romben Rana, Desa Romben Guna dan Desa Romben Barat banyak tangkis laut yang roboh sehingga air laut mengikis pesisir pantai. Ada tangkis laut yang hanya tumpukan tanah dan batu sehingga tidak kokoh menahan ombak,” tuturnya kepada Kabar Madura, Minggu (31/7).

Pihaknya berharap ada perhatian dari instansi terkait. Sebab jika dibiarkan pihaknya memprediksi bisa membahayakan pemukiman penduduk yang hanya berjarak 20 meter dari garis pasang surut tertinggi air laut.

“Ada sekitar 30 meter di dekat rumah saya tangkis laut yang rusak. Padahal di sepanjang pantai ini menjadi tempat bersandar perahu nelayan dari berbagai daerah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Sumenep Eri Susanto mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan inventarisir terhadap tangkis laut yang mengalami kerusakan. Kerusakan yang paling parah akan dilakukan perbaikan sesuai kemampuan anggaran.

“Kekuatan APBD untuk perbaikan tangkis laut tidak memungkinkan. Sehingga tangkis laut yang paling parah kerusakannya akan diprioritaskan. Bagi tangkis laut yang tidak bisa diperbaiki tahun ini, kami upayakan tahun anggaran berikutnya,” terangnya.
Sumber : korankabar.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply