Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Polair Minta Nelayan Laporkan Gangguan di Laut

Pemuda Maritim - Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Aceh meminta para nelayan di kawasan Lhoknga, Aceh Besar, untuk selalu melapor jika ada gangguan di perairan Aceh. Hal tersebut bertujuan untuk mengantisiapasi dan mewaspadai gangguan dalam bentuk apapun yang terjadi di laut Aceh.

Hal itu disampaikan oleh Dir Polair Polda Aceh, Kombes Pol Ir Kasmolan melalui Kepala Satuan Patroli Daerah Dit Polair, AKBP Muhammad Yusuf dalam kegiatan Qiuick Wins Polri Program-I Dit Polair Polda Aceh, bersama nelayan di TPI Krueng Raba kawasan Mon Ikeuen, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Jumat (26/8).

“Hal-hal yang terkait dengan gangguan kemanan, silakan untuk segera dilaporkan pada kami, ada pos kita di Krueng Raya dan Lampulo. Nomor HP juga kita sebar, atau bisa juga dilapor ke Pos TNI AL, kita tentunya bekerja sama dan segera mungkin menindaklanjutinya,” ujar Yusuf.

Yusuf mengatakan, banyak hal yang menyebabkan keamanan laut terganggu, seperti illegal fishing, perompak, menangkap ikan dengan menggunakan bom, menggunakan jaring yang tidak ramah lingkungan, dan banyak hal lainnya. “Nah, jika bapak-bapak melihat ini terjadi diperairan kita segera lapor, kita akan segera tindak lanjuti,” sebutnya.

Menurutnya, partisipasi masyarakat pesisir dan para nelayan sangat penting untuk menjaga keamanan di perairan Aceh. AKBP Yusuf mengatakan, jika tidak ada partisipasi masyarakat dan nelayan yang sehari-hari berakatifitas di laut, maka pihaknya juga tidak akan maksimal dalam menjaga kemanan di perairan Aceh. “Peran masyarakat sangat penting, kita bersama-sama menjaga keamanan di wilayah perairan kita. Kegiatan hari ini, salah satu tujuannya untuk menginformasi itu,” sebut AKBP Yusuf.

Selain tentang sosialisasi terkait keamanan laut, dalam kegaitan kemarin Dit Polair juga menyampaikan persoalan penertiban dan penegakan hukum bagi organisasi radikal dan anti pancasila di wilayah pesisir. Yusuf juga meminta masyarakat untuk melapor jika ada gerakan-gerakan yang dicurigai beraktifitas di wilayah pesisir. “Kalau ada, jangan tinggal diam, silakan lapor ke Polsek terdekat atau kepada pihak TNI. Ini semua bertujuan untuk menjaga keamanan kita,” pungkas Yusuf.

Selain AKBP Muhammad Yusuf, kegiatan kemarin turut dihadiri oleh Komandan Pos TNI AL, Letda Agus, Kapolsek Lhoknga, Imum Meunasah, para nelayan dan sejumlah undangan lainnya. Dalam kesempatan itu, Dit Polair juga menyerahkan bantuan berupa sarana kontak seperti perlengkapan olahraga dan perlengkapan ibadah kepada warga.
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply