Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Tak Perlu Asing, Nelayan Lokal Punya Kemampuan Tangkap Ikan

Pemuda Maritim - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali mengancam mundur dari jabatannya. Ancaman ini merupakan sinyal atau pertanda bahwa program dan kebijakan Pemerintah di sektor perikanan tidak luput dari intaian mafia illegal fishing.

Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria mengatakan, program dan kebijakan yang telah dilakukan oleh Pemerintahan Jokowi yang bertujuan membenahi sektor perikanan negeri ini yang telah berpuluh tahun hanya menguntungkan pihak asing dan para mafia illegal fishing, akan kandas ketika mafia illegal fishing dengan jaringannya, berhasil merevisi Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016 tentang Perikanan Tangkap bahwa subsektor tersebut masuk dalam daftar tertutup.

"Keresahan Menteri KKP terkait adanya upaya memberi peluang untuk investor asing melakukan penangkapan ikan, adalah keresahan putra bangsa ini yang harus dipahami sebagai sikap dan keberpihakannya terhadap masa depan kehidupan nelayan," jelas Sofyano dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (10/8/2016).

Menurutnya, masa depan kehidupan nelayan negeri ini akan tidak punya harapan ketika Perpres 44 Tahun 2016 direvisi dengan kembali membuka pintu bagi investor asing boleh berinvestasi di usaha penangkapan ikan. Ini poin yang sangat utama bagi mafia illegal fishing untuk bisa kembali menjarah kekayaan lautan negeri ini .

"Usaha penangkapan ikan pada dasarnya mampu dilakukan oleh oleh kaum nelayan negeri ini," tegasnya.

Sofyano mengungkapkan, nelayan negeri ini punya cukup kapal kapal dan kemampuan tangkap ikan. Sektor ini tidak perlu dibuka bagi investor asing karena ini pintu masuk bagi mereka untuk melakukan kembali illegal fishing dengan mendompleng izin yang diperoleh dari pemerintah.

Dia menambahkan, investor asing boleh saja diundang masuk di sektor perikanan tapi harusnya terbatas hanya pada sektor penunjang misalnya industri pengolahan, usaha kapal tampung ikan, usaha kapal angkut ikan antar pulau, usaha eksport hasil laut, cold storage.

"Namun investasi asing itu juga seharusnya tidak boleh 100 persen dimiliki mereka, harus disandingkan dengan pengusaha lokal," tukasnya.
Sumber : economy.okezone.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

2 komentar:

  1. Bukan saja dlm hal menangkap ikan, utk industri pengolahan jg kita ada yg smp super frozen, sekalian aja tutup utk asing disektor pengolahan, krn kita jg ngk mampu bersaing dgn mrk

    BalasHapus
  2. Bukan saja dlm hal menangkap ikan, utk industri pengolahan jg kita ada yg smp super frozen, sekalian aja tutup utk asing disektor pengolahan, krn kita jg ngk mampu bersaing dgn mrk

    BalasHapus