Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Vier Harmoni Diduga Hendak Transaksi Solar Ilegal di Laut

Pemuda Maritim - Nahkoda kapal motor tanker Vier Harmoni diduga hendak memindahkan dan menjual solar secara ilegal di perairan Pontianak, Kalimantan Barat. TNI Angkatan Laut menuding kejahatan itu melibatkan kartel lintas negara.

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama Irawan berkata, kapal bermuatan 900 kiloliter solar itu berlayar dari Kuantan, Malaysia, tanpa dokumen resmi.

Solar yang diangkut kapal tanker tersebut setara US$392.795 atau Rp5,1 miliar

"Ada niat nakhoda membawa minyak secara sengaja keluar untuk transfer minyak dari kapal ke kapal di tengah laut," ujar Irawan kepada CNNIndonesia.com, Senin (29/8).

Irawan meragukan keterangan nahkoda dan para anak buah kapal Vier Harmoni. Mereka menyebut rencana kejahatan itu didasarkan pada kekecawaan terhadap penyewa kapal, yaitu korporasi asal Malaysia, Ozoil SDN BHD.

"Dalihnya, gaji mereka tidak dibayarkan. Itu alasan mereka saja," ujar Irawan.

TNI AL kini berencana menggali keterangan dari pemilik Vier Harmoni yang berdomisili di Jakarta. Perwakilan Ozoil SDN BHD juga masuk daftar penyelidikan.

Hasil interogasi awal, kata Irawan, nakhoda mengaku hendak membawa kapal ke suatu tempat. Nakhoda itu telah berkomunikasi dengan kapal penerima solar.

"Yang jelas tujuannya untuk transfer minyak di dua kapal yang sedang menunggu, di luar perairan Indonesia," tutur Irawan.

Vier Harmoni disebut telah tiga kali terlibat pada jual-beli bahan bahan minyak secara ilegal. Irawan berkata, aksi memindahkan minyak dari kapal ke kapal itu tidak pernah dilakukan di perairan Indonesia.

"Ini adalah kegiatan tranfer minyak ilegal antar negara. Ini sindikat internasional," kata Irawan.

Kapal Vier Harmoni ditangkap di perairan Pulau Dato, Pontianak, Kamis pekan lalu. Tiga hari kemudian kapal itu disandarkan di Dermaga Fasharkan Mentigi, Tanjung Uban, Bintan, Kepulauan Riau.

Usai penangkapan itu, TNI AL menahan nakhoda dan sembilan anak buah kapal Vier Harmoni. Saat ini baru nakhoda yang berstatus tersangka.

Penangkapan Vier Harmoni merupakan kerja sama TNI AL dengan cost guard Malaysia, Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia dan cost guard Singapura The Maritime Security Task Force.
Sumber : www.cnnindonesia.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply