Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » WNI Nelayan Kembali Jadi Korban Perompakan

Pemuda Maritim - Profesi Anak Buah Kapal (ABK) bagi warga Indonesia (WNI) terutama yang bertugas di perairan Filipina-Malaysia kembali menjadi korban. Bagaimana tidak, setelah 10 orang diculik kelompok bersenjata, kini peristiwa serupa menimpa Herman bin Manggak, seorang WNI Kapten Kapal pencari udang milik Malaysia.  Dia disandera saat melaut di wilayah Kinabatangan, Sabah, perbatasan laut Filipina dengan Malaysia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Armanatha Nasir,  membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, pihaknya telah mendapat info itu pada 4 Agustus 2016, sehari setelah peristiwa naas menimpa Herman. “Mengenai penangkapan itu, dari kapal ikan Malaysia di wilayah Malaysia sudah kita ketahui tanggal 4 dan kita konfirm satu orang ditahan,” ujarnya, Minggu (7/8).

Pria yang akrab disapa Tata ini juga menjelaskan bahwa selain Herman, ada 2 ABK lain yakni WNI dan WN Malaysia yang ikut diculik dan kemudian dilepas. Kedua ABK yang dilepas saat ini sudah berada di Sandakan-Sulu. Tim KJRI di sana  sudah berkomunikasi dengan kepolisian setempat untuk bertemu 2 ABK itu guna mendapat info lebih lanjut.

Dihubungi terpisah, Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu, Lalu Muhammad Iqbal,  mengatakan pihaknya masih dalam tahap memverifikasi data. Ia tak menampik info awal yang diipaparkan oleh Tata, namun masih berusaha memperdalam lagi info-info di lapangan. Sebab, ceceran informasi dari sumber-sumber masih dianggap simpang siur dan belum final.

“Hingga saat ini KBRI Kuala Lumpur, KJRI Kota Kinabalu, KRI Tawau dan KJRI Davao masih melakukan verifikasi kepada berbagai pihak di Malaysia dan Filipina, karena sejumlah informasi yang diterima dari pihak-pihak terkait masih terdapat sejumlah perbedaan,” pungkas Iqbal.
Sumber : indopos.co.id

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply