Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » 23 September; Hari Maritim Nasional




Pemuda Maritim - Poros Maritim dicanangkan sebagai visi Pemerintah era Jokowi, namun masih terlihat kurangnya keseriusan hingga saat ini. Bahkan pemerintah telah menciderai sejarah, dengan memperingati hari maritim pada tanggal 21 agustus, pasalnya bila ditelaah dari sisi sejarah maritim nasional, tanggal tersebut masih belum cukup dijadikan sebagai dasar penentuan Hari Maritim Nasional. Kurangnya ketegasan pemerintah dalam menetukan Hari Maritim Nasional menimbulkan sebuah polemik publik.

Ahlan Zulfakhri, Sekjen Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) angkat bicara menyoal Hari Maritim, menurutnya dalam pembangunan maritim Indonesia, sejarah memiliki andil penting dalam peristiwa-peristiwa yang terjadi.

”Sejarah merupakan kejadian yang terjadi pada masa lampau yang disusun berdasarkan peninggalan-peninggalan berbagai peristiwa. Dalam perjalanan sebuah bangsa tentunya sejarah memiliki arti yang sangat penting. Dari sejarahlah kita akan mengetahui berbagai peristiwa masa lampau yang telah terjadi. Dengan mengetahui sejarah tentunya kita akan memiliki pijakan untuk dapat melakukan sebuah pembangunan”, Jelas Ahlan

Sambung Ahlan, Polemik agenda hari maritim Indonesia menjadi salah satu agenda yang cukup santer dibicarakan. Munculnya tanggal 21 Agustus sebagai hari maritim merupakan kesesatan yang muncul dipublik tanpa bukti otentik yang bisa dipertangung jawabkan.

”jika kita membuka kembali Surat Keputusan No 249 tahun 1964, Presiden Soekarno menetapkan 23 September menjadi Hari Maritim. Hal ini menjadi sahih karena saat itulah Musyawarah Maritim pertama kali yang di gelar di sekitar tugu tani saat ini”, terang Ahlan

Lanjut Ahlan, prihal Hari Maritim yang semestinya diperingati 23 september, perlu banyak dipublikasi dan diperingati dengan massif agar masyarakat luas tau yang sebenarnya mengenai hari maritim nasional.

Ahlan menyayangkan prihal Hari Maritim yang telah menjadi sebuah polemik di era maritim. Untuk itu perlu banyak ahli-ahli sejarah mengeluarkan statemen mengenai Hari Maritim Nasional. Dengan kesesatan sejarah yang ada menandakan dalam pembangunan maritim Indonesia saat ini tidak berpijak pada sejarah yang ada.


”Bagaimana ingin membangun maritim jika sejarah musyawarah maritime pertama kita lupakan. Ini menjadi evaluasi sekaligus koreksi bagi seluruh elemen bangsa. Harapannya dengan masifnya berbagai publikasi mengani hari maritime nasional, menjadikan bangsa ini lebih kenal dengan sejarah maritimnya”. Tegas Ahlan

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply