Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Kepastian Batas Maritim Indonesia-Singapura-Malaysia

 Pemuda Maritim  - Proses negosiasi batas wilayah dalam konteks daratan maupun perairan selalu membutuhkan waktu yang relatif lama karena harus dilakukan diskusi secara mendalam. Terlebih lagi, pembahasan mengenai batas maritim tentunya membutuhkan waktu yang lebih, karena tidak hanya melibatkan perairan tapi juga pulau-pulau yang ada di dalamnya.

Saat ini, tiga negara bertetangga di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Singapura dan Malaysia sedang terlibat dalam sengketa wilayah. Perselisihan batas wilayah antara tiga negara ini sebenarnya sudah berlangsung sejak zaman kolonialisme Belanda. Pada masa itu, Singapura masih bernama Temasek dan serumpun dengan Malaysia.

Batas kedaulatan laut ini semakin tidak jelas manakala Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) ditetapkan PBB pada 1982. Banyak hal yang harus diputuskan, seperti pembuatan batas landas kontinen dan batas ZEE. Padahal, negara kepulauan seperti di Asia Tenggara, jarak antarselat sangat sempit.

Sementara itu, sedikitnya 29 kali perundingan dari 2005 hingga Maret 2016 tidak memberikan hasil yang menggembirakan. Perundingan tersebut hanya menghasilkan beberapa kesepakatan mengenai garis batas laut teritorial antara Indonesia dan Malaysia di sekitar perairan Pulau Sebatik, timur laut Kalimantan. Secara administratif, kawasan ini masuk wilayah Kalimantan Utara.

"Kita ketahui tantangannya besar untuk menyelesaikan masalah batas maritim ini. Apalagi dari segi geografis dengan Malaysia, kita punya terlalu banyak, panjang dan kerumitan lain untuk bisa menyelesaikan masalah perbatasan ini dalam waktu singkat," ujar Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dalam rapat koordinasi dengan Komisi I DPR RI di Senayan, Jakarta pada Rabu (1/9/2016).
Sumber : news.okezone.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply