Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Maluku Siap Jadi Kekuatan Maritim Nasional

Pemuda Maritim - Provinsi Maluku menyatakan sudah siap untuk menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) pada Februari 2017 mendatang. Masyarakat Maluku berharap, melalui momentum pelaksanaan HPN 2017 ini, Maluku akan dikenal dunia dan semakin maju sebagai lumbung ikan nasional. Maluku siap menjadi kekuatan maritim nasional.

Demikian dikemukakan Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua dalam seminar nasional Road to HPN 2017 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis, (22/9).

Seminar nasional bertema “Peran Pers dan Revitalisasi Kekuatan Maritim di Provinsi Maluku” juga dihadiri oleh Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dan Ketua Umum PWI Pusat sekaligus Penanggung Jawab HPN 2017 Margiono.

Dalam sambutannya yang menandai dimulainya acara seminar Road to HPN 2017 Maluku, Penanggung Jawab HPN 2017 Margiono mengatakan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Provinsi Maluku yang telah mempersiapkan diri menjadi tuan rumah HPN pada 10 Februari 2017 mendatang.

Margiono berharap, momentum pelaksanaan HPN 2017 ini akan membawa hal yang baik bagi Provinsi Maluku, melalui partisipasi masyarakat Maluku dan banyak kalangan yang terlibat dalam pelaksanaan HPN 2017.

“HPN selalu berorientasi pada dua tujuan, yakni manfaat bagi masyarakat pers dan memberikan manfaat bagi masyarakat tuan rumah HPN,” ujar Margiono.

Seminar nasional Road to HPN 2017 Maluku terbagi dalam tiga sesi, dimana setiap sesi memiliki tema masing-masing. Seminar sesi pertama, bertema “Membangun Infrastruktur dan Perhubungan serta Finansial untuk Mendukung Industri Berbasis Maritim”.

Direktur Garuda Indonesia Arief Wibowo, Direktur Group Pengawasan Spesialis 2 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Irnal Fiscallutfi, dan Staf Ahli Bidang Ekonomi Pengawasan dan Kemaritiman Kementerian Perhubungan, Umiyatun Hayati Triastuti menjadi pembicara dalam sesi pertama ini.

Direktur Garuda Indonesia, Arief Wibowo dalam pemaparannya mengatakan, pihaknya akan sangat mendukung perkembangan Provinsi Maluku sebagai kawasan industri perikanan dan pariwisata. Pihaknya kini tengah mempertimbangkan akan membuat rute penerbangan baru dari Maluku menuju Darwin, Australia.

“Kita tengah mempertimbangkan Ambon-Darwin atau Saumlaki-Darwin. Apalagi kita akan kedatangan pesawat baru,” kata Arief.

Pada sesi kedua, Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Menristekdikti M Nasir dan Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua menjadi pembicara dan membahas tentang “Pengembangan SDM bagi Sektor Perikanan dan Kelautan di Maluku”.

Wagub Maluku dalam sesi ini mempresentasikan kondisi faktual ekonomi Maluku dan potensi perikanan Maluku yang sangat besar.

Sementara, Menristekdikti M Nasir berbicara terkait penggunaan teknologi dalam penangkapan dan pengolahan ikan yang berbasis teknologi.

Sedangkan Menteri KKP Susi Pudjiastuti bercerita tentang pengalamannya memberantas praktik Illegal, Unregisrated, Unreported (IUU) Fishing, terutama di sekitar perairan Maluku dan Papua.

Menteri Susi menyebut, dua provinsi di ujung timur Indonesia, yakni Provinsi Maluku dan Provinsi Papua merupakan pemasok jumlah ikan terbesar nasional. Namun, selama berpuluh-puluh tahun, pemerintah kedua provinsi tidak mendapat benefit dari eksplorasi ikan di wilayah mereka.

Menteri Susi kemudian menceritakan, dampak dari kampanye anti IUU Fishing dan menenggelamkan kapal asing illegal, kapasitas ikan di laut Indonesia semakin meningkat. Hal itu didapat dari riset kuantitatif dan kualitatif yang dilakukan pihak KKP. Akibat dari policy reforming yang dilakukan pemerintah saat ini di bidang kelautan dan perikanan, 25% ikan di Indonesia meningkat.

“Dari ikan tuna saja kita untung 3,7 miliar sampai 2035. Tapi ini butuh disiplin tinggi. kita semua harus sama persepsi bahwa membangun perikanan Indonesia harus disipilin berlandaskan kedaulatan,” kata Menteri Susi.

Pada sesi terakhir atau sesi ketiga, memiliki tema “Membangun Daerah dengan Wawasan Nasional dan Global”, dengan pembicara yakni Mantan Dubes Rusia Djauhari Oratmangun, Motivator Nasional Herry Margono dan Chairman Kabare Group Riza Maspaitela yang merupakan pengusaha sukses asal Maluku. Ketiga pembicara ini berbicara bagaimana cara untuk mesejahterahkan masyarakat Maluku dan mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki masyarakat Maluku.

Djauhari Oratmangun mengatakan, Maluku akan berkembang pesat lewat pembangunan kilang gas abadi Blok Masela. Namun masyarakat Maluku harus benar-benar siap menerima pembangunan yang masif setelah hadirnya Blok Masela ini.

“Masyarakat Maluku memang harus bangkit dari Laut. Maluku punya potensi besar untuk maju,” kata dia.

Kegiatan seminar nasional ini merupakan rangkaian kegiatan Road to HPN 2017 Maluku yang dipersiapkan oleh Panitia HPN 2017 usai peluncuran Provinsi Maluku sebagai tuan rumah HPN 2017. Pada hari yang sama, pukul 19.30 WIB, Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua dan Penanggung Jawan HPN 2017 Margiono akan hadir dalam program “INI Talkshow” Net TV untuk mempromosikan Provinsi Maluku dan kegiatan HPN 2017.
Sumber : www.beritasatu.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply