Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Nelayan Mitra Kecewa Bantuan Bibit Ikan Batal Disalurkan

Pemuda Maritim - Sejumlah nelayan di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) mengaku kecewa. Bantuan bibit rumput laut yang sempat dijanjikan pihak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dari kementerian batal diberikan.

Seperti dikatakan Nelwan Karim, seorang nelayan. Menurutnya, pihak DKP Mitra sudah sempat melakukan sosialisasi. "Dari dinas bilang kelompak kami akan mendapatkan bantuan bersama beberapa kelompok lain. Katanya bantuan itu dari kementerian langsung berupa bibit rumput laut," ujarnya, Minggu (25/9).

Tapi sampai saat ini bantuan tersebut tak kunjung disalurkan. Bahkan ia mendengar kalau bantuan yang sempat dijanjikan batal diberikan. "Katanya batal, kami tentu sangat kecewa dengan hal ini. Karena kami sudah menunggu dan berharap akan adanya bantuan tersebut," ujar nelayan ini.

Senada juga diutarakan Leksi Gosal, nelayan budidaya ikan air tawar. Menurutnya, pihak DKP juga sempat mengatakan akan memberikan bantuan bibit ikan. "Tapi batal katanya, kami sudah pasti kecewa karena bantuan itu sangat kami harapkan. Kami yang sudah sempat dijanjikan berharap ada alternatif lain dari pemerintah," ujarnya.

Kepala DKP Mitra Djony Ronsul meminta maaf kepada kelompok yang sudah disosialisasikan bantuan. "Saya mohon maaf atas kejadian ini, apalagi kepada kelompok yang sudah kena sosialisasi," katanya.

Dia mengatakan, bantuan dibatalkan dikarenakan ada penghematan, sehingga bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) ditarik kembali. "Ada penghematan, sehingg Kementerian Kelautan dan Perikanan kena imbasnya, hal ini terjadi di seluruh DKP yang ada di kabupaten kota sampai provinsi di seluruh Indonesia," ujarnya.

DKP Mitra, kata Ronsul, anggaran untuk bantuan yang ditarik kurang lebih Rp 800 juta. "Rp 600 juta untuk bibit rumput laut serta pemeliharaan dan Rp 200 juta untuk bibit ikan, itu semua yang ditarik," jelasnya.

Tak dipungkirinya ada beberapa nelayan yang datang mengeluh di DKP. "Tapi semua dari pusat, di tempat lain ada bahkan sudah tanda tangan kontrak tapi batal," katanya.

Dia juga mengatakan, sudah menyurat ke desa yang kena sosialisasi agar ada pemberitahuan dari pemerintah desa akan hal tersebut. "Kami harap semua tahu adanya pembatalan bantuan, dan memakluminya," harapnya.

Dia pun berharap semoga di tahun berikut akan ada bantuan lain sehingga para nelayan tak merasa kecewa. "Tentunya jika ada bantuan kami akan utamakan kelompok yang sudah diverifikasi dan yang sudah terkena sosialisasi," ujar Ronsul.
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply