Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Pengamat Singapura: Laut China Selatan Arena Tarung AS dan China

Pemuda Maritim - Pengamat dari Universitas Nanyang, Singapura, Ralf Emmers, mengatakan  krisis Laut China Selatan bukan lagi sekadar konflik sengketa wilayah, tapi sudah berkembang jadi arena pertarungan negara-negara kekuatan dunia, terutama Amerika Serikat (AS) dan China.

"Konflik Laut China Selatan memang masih menjadi masalah perebutan wilayah, tapi juga telah berkembang menjadi arena pertarungan politik kekuatan dunia," kata Emmers, Kamis (1/9/2016).

"Ini menjadi kritis, karena bukan hanya hubungan antara AS dan negara di kawasan untuk mempromosukan perdamaian dalam kondisi kurang stabil, tapi juga ketika hubunggan itu semakin kompetitif. Ini akan mempengaruhi keamanan di seluruh wilayah, termasuk di Laut China Selatan," lanjut dia.

"Kawasan ini mejadi cerminan dari peralihan kekuaasan, dan di sisi lain kami melihat masih sedikitnya pihak yang membahas hal ini. Jadi itu, tentu saja sangat signifikan," imbuh dia.

Menurutnya, konflik di Laut China Selatan saat ini bukan hanya menjadi masalah regional, tapi juga sudah berubah menjadi masalah internasional. Selain itu, perseteruan antara AS dan China semakin membuat sulit upaya perdamaian di kawasan itu,

"Laut China Selatan di sisi lain juga soal kebebasan bernavigasi, pelayaran komersial, dan tentu saja meningkatnya aktivitas militer di kawasan," katanya.

"Seperti kita lihat dengan berkembangnya perseteruan kekuatan dunia, ini membuat upaya perdamaian menjadi lebih sulit. Kita harus ingat bahwa Laut China Selatan bukan sesuatu yang bisa kita lihat sebagai wilayah yang terisolasi, ini juga adalah bagian dari masalah politik di wilayah ini, dan sebagian pihak berpendapat kawasan ini juga berhubungan dengan masalah yang terjadi di Laut China Timur," ujarnya.
Sumber : international.sindonews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply