Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » Siswa SMA Ciptakan Aplikasi Android untuk Maksimalkan Produksi Perikanan Tangkap

Siswa (Yustira dan Fitria) bersama warga Tambak Lorok

Pemuda Maritim -  Pilar kedua dari lima pilar utama yang akan menjadikan Indonesia mewujudkan cita-citanya sebagai poros maritim dunia menurut Presiden Jokowi adalah komitmen menjaga dan mengelola sumber daya laut dengan fokus membangun kedaulatan pangan laut melalui pengembangan industri perikanan dengan menempatkan nelayan sebagai pilar utama. “Kekayaan maritim kami akan digunakan sebesar-sebesarnya untuk kepentingan rakyat kami”. (http://presidenri.go.id)

Melihat dari potensi besar maritim Indonesia dengan garis pantai terpanjang ke 4 di dunia mencapai 95.181 km, memiliki perairan laut mencapai 5,8 juta km2, dan memiliki ekosistem-ekosistem spesifik seperti ekosistem terumbu karang, padang lamun, dan mangrove yang kaya akan sumberdaya ikan dan fauna tropis bernilai ekologis dan ekonomis tinggi. Namun sungguh sangat ironis, melimpahnya potensi sumberdaya pesisir dan kelautan yang kita miliki ternyata belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, bahkan kantong-kantong kemiskinan masyarakat Indonesia saat ini berada di wilayah pesisir dan permukiman nelayan.

Dari situlah munculnya beberapa penggagas muda dibidang maritim yang turut andil untuk memajukan SDM Nelayan di Indonesia yang cenderung masih belum melek teknologi , ini membuat dua orang siswa SMA Negeri 1 Banjarnegara yaitu Fitria Dwi Ratnasari dan Yustira Fima N.A, menciptakan sebuah gagasan dalam bentuk Aplikasi Android untuk mengetahui hari dan bulan bebas penangkapan guna pelestarian ekosistem ikan hingga layak tangkap serta letak/posisi ikan tersebut.

Disampaikan, Yustira, Gagasan ini telah diikutkan dalam beberapa perlombaan hingga mengalami pengembangan terus menerus dan sekarang tinggal menyelesaikan satu tahap di tingkat nasional yaitu OPSI (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia) 2016 di Jakarta tanggal 2-7 Oktober nanti.

”Ide untuk menganalisis program FFD/M muncul ketika mempersiapkan essay dalam Olimpiade Lingkungan Tingkat Nasional IPB 2015, dengan tema penangkapan ikan yang lestari. Untuk menciptakan sumber daya kelautan dan perikanan yang lestari dan berkelanjutan diperlukan strategi waktu penangkapan juga pemetaan lokasi penangkapan. Gagasan adanya FFD/M menjadi juara 1 dalam ajang tersebut. Melalui ajang inilah, kami mengetahui bahwa Indonesia mempunyai banyak teknologi oceanografi. Selanjutnya, kami memiliki gagasan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi-teknologi oceanografi tersebut dengan mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Semarak Geografi Tingkat Nasional UNY 2015. Alhamdulillah karya kami menjadi juara 1” ujar Yustira yang merupakan siswa kelas 12 SMA 1 Banjarnegara

Sambung Fitria, kami mengembangkan penelitian selanjutnya dengan menggabungkan kedua ide sebelumnya. Kami analisis FFD/M khusus untuk wilayah perairan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan berhasil menjadi Juara 2 LKTIN Bangka Tengah Tahun 2016.

”Bertolak dari penelitian-penelitian sebelumnya, kami mengembangkan dan menganalisis lebih lanjut mengenai program FFD/M dengan sumber data dan teknologi yang lebih lengkap agar dapat diterapkan di seluruh wilayah Indonesia. Guna mendukung program FFD/M sebagai budaya nasional, kami menciptakan aplikasi android F-Go”, ungkap Fitria

Lebih lanjut, Fitria menjelaskan, F-Go v1.0 Smansabara selanjutnya disebut F-Go (singkatan dari FFD/M Go Preserving). Aplikasi tersebut merupakan aplikasi pertama yang mereka buat, dari SMA Negeri 1 Banjarnegara (Smansabara).

”Program Fishing Free Day dan Fishing Free Month (FFD/M) merupakan hasil penelitian mereka untuk mengetahui kapan pemberian waktu khusus kepada biota laut khususnya sumber daya ikan agar dapat tumbuh, berkembang, dan bereproduksi dengan optimal”, jelas Fitria

Lanjut Yustira, Program FFD/M terinspirasi dari kearifan lokal masyarakat pesisir yang memiliki hari libur tertentu dalam melakukan kegiatan penangkapan ikan. Diharapkan nantinya kearifan lokal tersebut dapat dijadikan budaya nasional berupa FFD/M. Penentuan waktu libur melaut tersebut menggunakan kriteria tertentu yang kami analisis.

Melalui F-Go dapat diakses jadwal FFD/M  juga detail program FFD/M diantaranya meliputi daerah implemensi FFD/M dan database FFD/M.

”Selain itu, melalui F-Go nelayan juga dapat mengetahui daerah-daerah persebaran ikan dengan adanya Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan, Peta Lokasi Penangkapan (Pelikan) untuk Ikan Tuna, Cakalang, Lemuru, dan Pelikan offline, serta dapat mengakses data-data kelautan perikanan lainnya", jelas Yustira

Sambung Fitria, Aplikasi F-Go dapat digunakan baik secara online maupun offline. Hal tersebut bertujuan untuk mempermudah penggunaan di daerah-daerah yang belum terjangkau area internet.

”F-Go tidak hanya bermanfaat bagi nelayan dan masyarakat pesisir namun, juga masyarakat seluruh Indonesia. Karena melaui F-Go masyarakat dapat mengetahui informasi-informasi terkait program FFD/M, kearifan lokal, dan sumber daya kelautan dan perikanan sehingga aplikasi ini sangat direkomendasikan untuk diterapkan di Indonesia”, ujar Fitria

Bersama APMI (Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia), aplikasi ini sudah disosialisasikan kepada nelayan tradisional Tambak Lorok, Semarang. Nelayan merespon postif aplikasi ini, dan berharap segera adanya dukungan dari pemerintah agar dapat digunakan nelayan dalam proses penangkapan ikan. (26/09)

Gufron, Nelayan Tambak Lorok menyampaikan, Sosialisasi ini sangat bermanfaat untuk kami nelayan yang tidak paham sama sekali tentang teknologi seperti itu dan harapan kami aplikasi ini dapat segera terealisasi dan dapat digunakan nelayan disini sehingga yang para nelayan yang sekarang alih profesi menjadi buruh dapat semangat bernelayan lagi.

Baik Fitria maupun Yustira, keduanya berharap, pemerintah dapat memfasilitasi untuk merealisasikan dan diterapkan kepada nelayan di seluruh Indonesia. Agar nelayan bisa mendapatkan hasil tangkapan yang maksimal tanpa mengesampingkan kelestarian sumberdaya perikanan.(Enra/HW)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply