Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » 1.719 Kapal Nelayan Didistribusi Akhir November

Pemuda Maritim - Pupus sudah upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengejar target menyalurkan bantuan sebanyak 3.445 unit kapal tangkap nelayan tahun ini. Hingga saat ini, jumlah kapal tangkap bisa dibangun hanya sekitar 1.719 unit.

Zulficar Mochtar, Plt Dirjen Perikanan Tangkap, menjelaskan, realisasi kapal tangkap yang terbatas tahun ini disebabkan oleh kesiapan koperasi penyalur bantuan kapal.

"Koperasi seluruh Indonesia mendaftar ke kami, setelah dilakukan verifikasi, yang siap hanya sekitar 170 koperasi," katanya, Rabu (12/10).

Zulficar menilai, jumlah koperasi tersebut tidak mampu menyalurkan 3.500 unit kapal tangkap dengan efektif dan sesuai sasaran. "Daripada tidak sampai sasaran, kita batasi saja (bantuan)," ujarnya.

Bila tidak berubah, seluruh kapal tangkap tersebut mulai didistribusikan pada akhir November dan semua selesai pada Desember 2016. Penyebarannya akan dilakukan ke seluruh Indonesia.

Asal tahu saja, kapal tangkap tersebut sudah dilengkapi dengan alat tangkap baru, seperti jaring, pancing, dan lainnya. Sayangnya , Zulficar enggan mengungkapkan berapa investasi yang dikeluarkan untuk membangun seluruh kapal tersebut.

Sekadar informasi, pada awal 2016, pemerintah menargetkan bisa menyalurkan bantuan sebanyak 3.445 kapal tangkap untuk nelayan dengan ukuran kapal 3 Gross Ton (GT), 5 GT, 10 GT, 20 GT, dan 30 GT. Dana yang disiapkan oleh KKP untuk membangun seluruh kapal tersebut sebesar Rp 2,1 triliun.



Pembangunan proyek ini dilakukan dengan menggunakan sistem lelang secara elektronik atau e-katalog oleh Lembaga Kebijkan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) dan Unit Layanan Pengadaan KKP.

Proses lelang mulai dilakukan pada 22 April dan ditutup dengan penandatangan kontrak pada 19 Juni 2016. Pemerintah telah menunjuk 140 perusahaan galangan kapal yang dapat mengerjakan proyek tersebut.

Lelang lebih mudah
Tidak ingin terlalu berambisi dengan mematok jumlah banyak dan akibat perampingan anggaran, tahun 2017, KKP hanya menargetkan bantuan kapal tangkap sebanyak 2.833 unit.

Perinciannya, 1.883 unit kapal berukuran 3 GT, 500 unit kapal berukuran 5 GT, 200 unit kapal ukuran 10 GT, 200 unit kapal 20 GT, dan 50 unit untuk kapal 30 GT.

Zulficar menargetkan tender proyek kapal bisa dilakukan pada awal tahun depan dengan menggunakan sistem elektronik. Proses lelang tahun depan akan lebih mudah dan cepat lantaran bentuknya e-katalog dan sudah ada acuan harga. "Saat ini, sudah ada daftar harga masih-masing, sehingga nanti mudah membandingkannya," jelasnya.

Selain kapal, pada akhir tahun ini, KKP juga akan menyalurkan bantuan sebanyak 8.000 unit alat tangkap kepada nelayan di seluruh Indonesia. Zulficar bilang, 4.000 alat tangkap itu untuk mengganti alat tangkap cantrang yang banyak digunakan para nelayan di kawasan pantai utara Pulau Jawa. Sisanya, untuk nelayan di wilayah lain.

Asal tahu saja, jumlah ini juga di bawah target pengadaan alat tangkap yang semula sebanyak 14.782 unit. Sayangnya, Zulficar enggan menjelaskan alasan target pengadaan tersebut meleset.

Sebelumnya, Esther Satyono Anggota Asosiasi Perikanan Pole and Line dan Hand Line Indonesia (AP2HI) menilai bantuan kapal yang diberikan oleh KKP akan sia-sia. Sebab, kapal seukuran di bawah 30 GT hanya akan membuat persaingan antar nelayan di pesisir makin ketat. "Padahal, potensi perikanan di atas wilayah 12 mil paling prospektif," katanya. Sayangnya, kapal tersebut tidak mungkin melaut sampai ke sana karena ukurannya terlalu kecil. 
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply