Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » 70 Perusahaan Ikan di Muara Baru Terancam Bangkrut

Pemuda Maritim - Sejumlah pengusaha ikan laut yang tergabung dalam Paguyuban Pengusaha Muara Baru (P3MB), Asosiasi Tuna Indonesia (ASTUIN) dan Himpunan Nelayan Purse Sein Nusantara (HNPN), pedagang ikan, karyawan, hingga ribuan nelayan ikan yang ada di Kawasan Muara Baru hingga Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, akan melakukan aksi mogok kerja, Senin (10/10/2016).

Terhitung sebanyak 70 perusahaan ikan yang di Kawasan Muara Baru, dijelaskan Ketua P3MB, Tachmid Widiasti Pusoro, terancam bangkrut.

"Adanya kenaikkan uang sewa lahan sebesar 450 persen, apalagi masa tenggangnya hanya 5 tahun saja, ya saya yakin 70 perusahaan ikan di Muara Baru, terancam atau bahkan dipastikan bangkrut lah," ungkap Tachmid kepada Warta Kota, Minggu (9/10/2016).

Kenaikkan tarif sewa lahan yang diketahui per hektarenya Rp 3 Miliyar lebih, telah membuat sejumlah perusahaan ikan merugi.

Hal itu juga ditambah sulitnya nelayan saat ini mendapatkan ikan di lautan.

"Aksi mogok kerja besok, semua perusahaan ikan di Muara Baru baik itu skala besar maupun kecil, pedagang, nelayan ikan, bahkan ribuan kapal nelayan dipastikan enggak akan ada yang beroperasi."

 Sejumlah pengusaha ikan laut yang tergabung dalam Paguyuban Pengusaha Muara Baru (P3MB), Asosiasi Tuna Indonesia (ASTUIN) dan Himpunan Nelayan Purse Sein Nusantara (HNPN), pedagang ikan, karyawan, hingga ribuan nelayan ikan yang ada di Kawasan Muara Baru hingga Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, akan melakukan aksi mogok kerja, Senin (10/10/2016).

Baca: Para Nelayan Siap Realisasikan Ancaman Pemogokan Besar-besaran

Terhitung sebanyak 70 perusahaan ikan yang di Kawasan Muara Baru, dijelaskan Ketua P3MB, Tachmid Widiasti Pusoro, terancam bangkrut.

"Adanya kenaikkan uang sewa lahan sebesar 450 persen, apalagi masa tenggangnya hanya 5 tahun saja, ya saya yakin 70 perusahaan ikan di Muara Baru, terancam atau bahkan dipastikan bangkrut lah," ungkap Tachmid kepada Warta Kota, Minggu (9/10/2016).

Kenaikkan tarif sewa lahan yang diketahui per hektarenya Rp 3 Miliyar lebih, telah membuat sejumlah perusahaan ikan merugi.

Hal itu juga ditambah sulitnya nelayan saat ini mendapatkan ikan di lautan.

"Aksi mogok kerja besok, semua perusahaan ikan di Muara Baru baik itu skala besar maupun kecil, pedagang, nelayan ikan, bahkan ribuan kapal nelayan dipastikan enggak akan ada yang beroperasi."

"Ini kesepakatan bersama. Kami itu memang kompak kok. Aksi ini sudah menjadi pukulan untuk pemerintah, setidaknya pahami lebih dulu harapan kami," papar Tachmid.

Diketahui, aksi mogok kerja diakibatkan terkait adanya kebijakan naiknya uang sewa lahan mencapai 450 persen dalam jangka waktu lima tahun.

Serta pengosongan paksa bangunan dan gedung perusahaan ikan, terkait adanya rencana pembangunan pasar ikan modern oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (RI), Susi Pudjiastuti.

Seperti yang diketahui tuntutan para nelayan tersebut antara lain :

1). Tarif sewa naik tidak lebih dari 20 persen.
2). Masa sewa minimal 10 tahun.
3). Pengosongan paksa dihentikan.
4). Tidak ada Oligopoli penjualan solar.
5). Transhipment diizinkan.
6). Bagi hasil keuntungan 25 persen usaha solar di Kawasan Pelabuhan Muara Baru dibatalkan.
7). Pembatasan GR untuk SIPi 150 GT dan SIKPi 200 GT direvisi
8). Pengurusan Izin kapal berlayar selesai dalam kurun waktu 7 hari kerja.
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply