Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Batas Waktu Toleransi Penggunaan Cantrang Hampir Habis, Ini Yang Dilakukan Nelayan Tegal

Pemuda Maritim - Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang larangan penggunaan 17 alat tangkap termasuk cantrang sudah diberlakukan pada awal 2015. Nelayan pun diminta untuk mengubah alat tangkap pada 2015.

Namun, tarik ulur Permen tersebut terjadi seiring gelombang protes yang dilontarkan nelayan termasuk nelayan di wilayah pesisir Pantai Utara (Pantura) Tegal. Tenggat waktu perubahan alat pun diundur hingga akhir Desember 2016 yang awalnya akhir 2015.

Mendekati batas waktu tersebut, nelayan Tegal mulai cemas. Mereka pun memasang spanduk berisi tolakan untuk mengganti alat tangkap.

"Untuk mengganti alat tangkap, sangat mahal, hampir miliaran rupiah. Pemerintah seharusnya memberikan solusi dengan memberikan bantuan untuk mengganti alat tangkap," kata Ketua Paguyuban Nelayan Kota Tegal, Eko Susanto, Kamis (13/10/2016).

Menurutnya, nelayan Kota Tegal hanya ingin cantrang dilegalkan. Pemberian kelonggaran batas waktu untuk mengganti alat tangkap, kata dia, tidak akan bisa mengubah pendirian nelayan menggunakan cantrang.

Dampak dari adanya tenggat waktu hingga Desember 2016 ini, kata dia, membuat nelayan cantrang mogok melaut. Mereka takut adanya patroli laut yang menangkap nelayan kapal cantrang.

"Nelayan Tegal jika melaut itu bisa dua hingga tiga bulan. Jadi sekarang, mereka sudah tidak melaut dan puluhan ribu nelayan menganggur karena tenggat waktu sudah dekat," jelasnya.

Ia mengatakan, ada sekitar 423 kapal di Tegal. Setiap kapal, rata-rata terdapat 25 anak buah kapal (ABK). Saat ini, kata dia, sebagian besar kapal sudah menepi ke pelabuhan dan sisanya masih melaut. Nelayan yang sudah mendarat, tidak berani berangkat lagi sehingga mereka nganggur.
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply