Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Bimtek Bentuk Kemandirian Nelayan

Pemuda Maritim -Kelompok nelayan dari 4 kecamatan pesisi Kabupaten Kubu Raya mengikuti bimbingan tekhnis manajemen pemasaran dan branding produk, di Hotel Randayan Jalan Ayani 2 Kubu Raya.

Anggota kelompok nelayan ini, dengan giat mengikuti seluruh rangkaian pemaparan materi dari narasumber. 30 persen dari peserta bimtek diperuntukkan dari gender perempuan.

Nara sumber dari berbagai instansi dan organisasi terkait. Dari Dekranasda Kubu Raya, Nora Sari Arani, serta dari HKI pelaku usaha sukses Dinas Koperasi.

Dalam Bimtek fokus utama pemberian materi guna menuntut para kelompok nelayan penerima program CCDP-IFAD bisa melanggengkan program yang diterimaa saat telah berakhir.

Sasarannya pada pemanfaatan sumber daya alam pesisir, pembuatan produk, pemasarannya. Sehingga mereka bisa mendapatkan jejaring dan networking guna memasarkan produknya nanti hingga go publik.

"Kita (DKP) hanya memfasilitasi semata. Dengan tujuan agar pelaksanaan program terhadap masyarakat pesisir melalui program CCDP-IFAD ini bisa berlanjut. Tidak hanya sekedar dirasakan sekejab namun bisa berlanjut terus melalui evaluasi serta pembinaan," ujar Kabid Pesisir, Konservasi dan Program Kecil DKP Kabupaten Kubu Raya Abdur Rani.

Pesertanya sendiri seluruh kelompok nelayan dari Desa Padang Tikar, Desa Dabong, Padang Tikar 1, Batu Ampar, Nipah Panjang, Sungai Nibung, Sui Kupah. Peserta berjumlah sekitar 40 orang, 30 persen ibu-ibu.

"Program ini sendiri akan menjadi pintu awal bagi masyarakat binaan IFAD dalam mengelola potensi alam pesisir mereka," ungkapnya.

Rani menjelaskan binaan kelompok IFAD ini terdiri dari kelompok nelayan, infrastruktur dan Pengelola Sumber Daya Alam (PSDA). Dari ketiga kelompok ini mempunyai keterkaitan yang saling mendukung sesuai potensi alam masing-masing.

Saat ini jumlah kelompok binaan IFAD sudah mencapai sekitar 155 kelompok, kurang lebih dari 1555 KK sejak dimulai 2013 silam. Rencanya tahun 2017 akan menambah sebanyak 20-25 kelompok. Diluar kelompok infrstruktur dengan PSDA dari 4 kecamatan pesisir.

"Untuk itu, DKP sendiri dalam terus memberdayakan program CCDP-IFAD di masyarakat telah membentuk koperasi koperasi di kabupaten agar mereka tidak terpecah. Koperasi ini sudah ada di DKP, koperasinya bernama Asosiasi Masyarakat Pesisir (AMP) target menghimpung 500 sampai 1000 anggota. Hal ini guna menghadapi berakhirnya, program CCDP-IFAD tahun 2017 mendatang," pungkasnya.
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply