Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Jamin Keselamatan Nelayan


Pemuda Maritim - Sebanyak 591 nelayan Kabupaten Paser telah mendaftarkan pengajuan pembuatan kartu asuransi nelayan pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Berkas permohonan itu nantinya akan diseleksi dan akan diserahkan pada PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) untuk  pencetakan kartunya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Paser, Ina Rosana melalui Kabid Perikanan Tangkap, Budi Hartika Eka Putra mengatakan, sejauh ini kendala yang dihadapi adalah letak geografis desa-desa pesisir yang tersebar di beberapa kecamatan. Dan waktu untuk bertemu para nelayan sangat terbatas, yakni sore hingga malam hari sepulang mereka melaut.

“Dari 3 ribu lebih nelayan, baru 591 yang telah mendaftar. Hal itu disebabkan jemput bola yang terhenti karena adanya surat edaran penghentian kegiatan dari Bupati Paser sejak Agustus lalu,” ujar Budi di Tanah Grogot, Senin (24/10).

Lantaran, lanjutnya, mendatangi langsung nelayan perlu biaya operasional yang tidak sedikit. Otomatis pihaknya memerlukan biaya bahan bakar kendaraan dan akomodasi pegawai yang harus menginap di desa-desa.

“Awalnya saya sudah berniat menghentikan sementara kegiatan pembinaan dan fokus pada pendataan kartu asuransi untuk nelayan. Namun karena kondisi keuangan daerah yang sulit mau tidak mau pendataan dilakukan di kantor,” jelasnya.

“Namun hanya satu dua orang nelayan saja yang datang ke kantor, kami maklumi karena jarak yang ditempuh jauh dan nelayan membutuhkan biaya yang tidak murah,” tambah Budi.

Disamping itu asuransi tidak hanya diberikan pada saat nelayan mengalami kecelakaan dilaut, tetapi juga saat nelayan tidak melaut. Yakni Rp 200 juta jika nelayan meninggal saat melaut, Rp 160 juta meninggal alami (tidak melaut), dan Rp 20 juta untuk biaya berobat.

“Nelayan yang menggunakan alat tangkap yang dilarang tidak bisa mendaftar sebagai penerima asuransi, selain itu usia maksimal adalah 60 tahun,” bebernya.

Terakhir Budi berharap kondisi keuangan daerah segera membaik, sehingga DKP dapat melanjutkan jemput bola ke desa-desa pesisir Kabupaten Paser. Dari 3 ribuan nelayan memang tidak mungkin memperoleh asuransi, namun DKP Paser akan berusaha membantu para nelayan yang membutuhkan.

“Semoga 591 nelayan tersebut bisa segera menerima kartu asuransi nelayan dalam Oktober – November ini,” tutupnya.
Sumber : radarkaltim.prokal.co

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply