Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Nelayan Mogok Satu Pekan, Pasokan Ikan Jakarta Terancam Seret

Senin (10/10/2016) pagi sekitar pukul 08.00 WIB, kondisi di dalam kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Penjaringan, Jakarta Utara, tampak sepi.

Tidak ada aktivitas dari truk pengangkut maupun truk sampah ukuran sedang yang biasanya melakukan pengangkutan muatan ikan yang dilakukan sejumlah perusahaan pengolahan ikan terbesar di Indonesia itu.

Pagi itu, sekitar 60-70 pengusaha perikanan yang tergabung dalam tiga asosiasi besar memutuskan untuk mogok beroperasi. Secara total, ada sekitar 85.000 nelayan yang tergabung di dalamnya. Dan mogok operasional itu tidak hanya untuk satu hari saja, melainkan hingga Senin pekan depan

"Kita tidak ada demo dengan mengerahkan para buruh nelayan, hanya penutupan pabrik saja. Dengan kondisi ini, praktis kita tidak menjalankan operasional baik penangkapan maupun pengolahan ikan," ujar Ketua Umum Paguyuban Pengusaha Perikanan Muara Baru (P3MB), Tachmid Widiasto Pusoro, dalam Beritasatu.

Dampak penutupan ini tentunya tidak sepele. Daya saing industri perikanan Indonesia dengan negara-negara lainnya terancam merosot. Para pengusaha dan nelayan pun juga mengalami kerugian. Ribuan ton dan puluhan miliar terancam menguap karena aksi ini.

Namun kerugian itu agaknya tak menjadi mengapa bagi para pengusaha ini, asalkan aksi protes mereka didengar.

Aksi mogok ini berawal dari naiknya uang sewa lahan mencapai 450 persen dalam jangka waktu lima tahun oleh Perum Perikanan Indonesia (Perindo). Biaya sewa itu naik dari Rp236 juta per hektare per tahun menjadi Rp1,5 miliar per hektare per tahun.

Selain itu adanya rencana pengosongan paksa terhadap bangunan dan gedung perusahaan ikan, terkait rencana pembangunan pasar ikan modern oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (RI), Susi Pudjiastuti.

"Apalagi masa tenggangnya hanya 5 tahun saja, ya saya yakin 70 perusahaan ikan di Muara Baru, terancam atau bahkan dipastikan bangkrut lah," ungkap Tachmid kepada Warta Kota, Minggu (9/10).

Tuntutan lainnya adalah pembatasan GT untuk kapal ikan jangan hanya 150 GT dan SIKPI 200 GT harus direvisi. Mereka juga menuntut pengurusan izin kapal berlayar selesai dalam tujuh hari kerja.

Menurut para pengusaha ini, tindakan Perindo yang menaikkan sewa lahan sebesar 450 persen, sudah melebihi dari ketentuan PP No 65 Tahun 2015, yang mengatur untuk pelabuhan samudera, sewa lahannya hanya Rp4.000 per meter per segi dan sumbangan Rp500.

Ketua Himpunan Nelayan Purse Sein Nusantara (HNPN), James Then, mengatakan apabila tuntutan-tuntutan dari pihak nelayan dan organisasi kelompok nelayan serta pengusaha tak digubris pemerintah pusat, maka pihaknya bersama nelayan dan karyawan yang bekerja di sejumlah sentra pengolahan di Kawasan Muara Baru, akan kembali mogok kerja secara massal.

James mengatakan, kondisi terkini di wilayah Pelabuhan Muara Baru, telah menunjukkan minimnya akitivitas perindustrian ikan.

Belum lama, Perindo memang mendapat tambahan kewenangan dalam pengelolaan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Niam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara. Tambahan kewenangan itu mencakup layanan parkir masuk pelabuhan, kebersihan, pengelolaan limbah, dan layanan lainnya.

Hal itu melengkapi kewenangan yang telah dikelola Perum Perindo yakni, dalam hal sewa lahan dan bangunan, layanan tambat labuh, penjualan perbekalan termasuk BBM dan air bersih, serta pengelolaan pasar ikan dan pusat bisnis Muara Baru.

Perjanjian kerja sama pengelolaan yang baru itu, ditandatangani Direktur Utama Perum Perindo Syahril Japarin dan Kepala UPT PPS Nizam Zachman Rahmat Irawan di Gedung Mina Bahari, Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Tambahan kewenangan ini, dijadikan pendorong bagi Perum Perindo untuk makin cepat mewujudkan gagasan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, menjadikan Muara Baru sebagai pusat perikanan nasional atau National Fishery Center (NFC).
Sumber : beritagar.id

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply