Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Nelayan Pertanyakan Aturan Trawl

Pemuda Maritim - Nelayan yang beraktivitas di perairan Penajam Paser Utara (PPU) kerap terlihat menggunakan alat tangkap trawl. Hal itu dikeluhkan nelayan yang mematuhi aturan dan memakai alat tangkap yang ramah lingkungan.

Sebab, trawl berdampak pada ekosistem laut dan memengaruhi penghasilan nelayan yang patuh terhadap aturan tersebut.

Rudi, warga Kecamatan Waru, PPU, nelayan pancing mengungkapkan bahwa pemerintah harus bertindak tegas. Sebab, aturan larangan penggunaan trawl telah ada. “Kalau kita yang tegur, bisa berkelahi karena sama-sama cari makan. Harus pemerintah yang bersikap dan memberikan solusi," ucapnya.

Hal serupa juga dikatakan Bedu, warga Pantai Lango, Kecamatan Penajam. Dia menuturkan, saat dirinya memancing, banyak nelayan terlihat menggunakan trawl. "Kalau ada aturannya, kenapa enggak ditegakkan. Saya cuma bisa berharap pemerintah bertindak," ujarnya.

Larangan penggunaan trawl telah diatur Kementerian Kelautan dan Perikanan. Hal itu tertuang pada Peraturan Menteri (Permen) Nomor 02 Tahun 2016 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (trawl) dan Pukat Tarik (seine neets) di wilayah perairan Indonesia.

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) PPU Ahmad Usman mengatakan, penindakan bukan ranah kabupaten. Menurut dia, DKP Kaltim bertugas dalam pengawasan.

"Kami sudah menyosialisasikan soal larangan itu. Kami juga sudah menginventarisasi nelayan yang menggunakan trawl," imbuhnya.
Sumber : kaltim.prokal.co

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply