Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Nelayan Tolak Bantuan Hibah DKP Gunungkidul

Nelayan anggota Mina Samudra menolak bantuan hibah Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul. Penolakan ini muncul lantaran konflik internal belum terselesaikan.

Persoalan berawal dari dugaan pemalsuan data tanda tangan penerima. Indikasi terlihat dari ketidakcocokan antara jumlah bantuan dengan yang diserahkan. Bantuan alat jaring ikan 236 buah, dan 10 coolbox.

”Pada berita acara, jumlahnya 15, nyatanya hanya 10 saja jaring yang diserahkan,” kata seorang nelayan Pantai Baron Sukamto (21/10).

Dugaan pemalsuan tanda tangan terlihat pada berita acara serah terima. Modusnya, nelayan ditulis sudah menerima bantuan dengan bukti berkas bermaterai, namun belum menerima bantuan sama sekali.

“Tidak menerima bantuan kok muncul tanda tangan pada berita acara serah terima,” kata Sukamto.

Dengan kejadian ini, anggota kelompok nelayan sudah membuat perjanjian bersama menyatakan tidak akan mengambil bantuan melalui koperasi. Akibatnya, koperasi kesulitan menyalurkan bantuan.

“Dugaan kami, waktu itu BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) melakukan audit barang hibah tersebut. Dua hari BPK akan melakukan audit, koperasi merasa sulit buang barangnya, kemudian membuat data asal-asalan,” ujar Sukamto.

Dia mengancam melaporkan kasus pemalsuan data oleh pengurus koperasi kepada kepolisian.

Sekretaris Koperasi Mina Samudera Winarto mengatakan ada persoalan internal. Bantuan yang telah diberikan, dikembalikan ke koperasi.

“Mengenai tuduhan pemalsuan data tanda tangan dan jumlah bantuan itu tidak benar,” kata Winarno.

Dia siap memberi bukti. Jika data sewaktu-waktu diminta pihaknya dengan senang hati akan memberikan. Seluruh bantuan kepada nelayan sudah tertuju secara benar kepada penerima. “Bukti kami lengkap, juga ada berita acara. Kami tidak lakukan apapun,” kata Winarno.

Kepala DKP Gunungkidul Agus Priyanto mengatakan masalah internal itu berupa kecemburuan sosial. Akibatnya, mereka tidak mau menerima bantuan yang diberikan.

“Sekarang bantuan hibah masih di koperasi, untuk sementara tidak diserahkan daripada menimbulkan masalah. Nanti yang berkonflik akan kami mediasi,” kata Agus.
Sumber : radarjogja.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply