Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Perspektif Sumpah Pemuda dalam Pembangunan Maritim


Sumpah pemuda merupakan sebuah sejarah yang akhirnya melahirkan Indonesia. Dalam sejarah tercatat bahwa kebangkitan indonesia untuk meraih kemerdekaan dimulai semenjak kelahiran sumpah pemuda. Sumpah memiliki arti cukup ideologis dan berhasil membentuk indonesia bukan sebagai Negara melainkan sebagai bangsa. Ini menjadi catatan penting, bahwa kemerdekaan sebuah Negara diukur dari berbagai parameter mulai dari wilayah, pemerintahan, rakyat, symbol Negara dan diakui oleh Negara lain. Namun, bicara bangsa bicara mengenai parameter ideologis yakni tanpa syarat namun memiliki rasa persatuan yang cukup kuat. Inilah sudut pandang sumpah pemuda dari segi ideologis yang perlu diingat kembali bahwa indonesia lahir sebagai sebuah bangsa, buka Negara.
Pembangunan Maritim tentunya sangat erat dengan sejarah sumpah pemuda yang terjadi. Jika kita mencoba untuk flash back kebelakang, pada saat itu apa yang melatar belakangi para pemuda bersatu selain memiliki satu rasa yakni penjajahan. Tentunya perbedaan daerah, warna kulit, dan bahasa menjadi slah satu alasan kuat untuk dapat menjadi pemersatu. Indonesia yang tercipta sebagai Negara yang terdiri dari pulau-pulau merupakan sebuah potensi yang sangat besar. Saat itu bisa disimpulkan bahwa para pemuda menyadari betul perannya untuk dapat mempersatukan indonesia sebagai sebuah bangsa. Pertanyaan kemudian muncul dari mana mereka tau bahwa ada perbedaan dari satu wilayah dengan wilayah lainnya? Tentunya dengan adanya aktivitas perdagangan yang kerap berlangsung dimasing-masing daerah. Ketika pada saat itu alat transportasi belum memadai alur perdagangan melalui kapal para saudagar yang singgah dipelabuhan-pelabuhan daerah. Ini menjadi sangat penting untuk disampaikan mengingat khittah dari bangsa indonesia merupakan bangsa maritim.

Konsep pembangunan maritim dalam sejarah dapat terlihat dari seorang Soekarno yang mampu mengejawantahkan gagasan maritim dalam tindakan-tindakan konkrit. Sebagai seorang teknokrat dan negarawan Soekarno melihat maritim sebagai sebuah potensi besar bangsa indonesia. Dalam sebuah pidato yang pernah disampaikannya.

"Usahakanlah agar kita menjadi bangsa pelaut kembali. Ya, bangsa pelaut dalam arti seluas-luasnya. Bukan sekedar menjadi jongos-jongos di kapal, bukan. Tetapi bangsa pelaut dalam arti kata cakrawala samudera. Bangsa pelaut yang mempunyai armada niaga, bangsa pelaut yang mempunyai armada militer, bangsa pelaut yang kesibukannya di laut menandingi irama gelombang lautan itu sendiri.” pidato Presiden Pertama RI Soekarno pada 1953, dalam rangka meresmikan Institut Angkatan Laut.

Hal tersbut seiiring dengan dukungan struktural tatanegara dengan menempatkan Ali Sadikin pada cabinet Dwikora I dan II. Selanjutnya di teruskan oleh Jatidjan pada cabinet Ampera II. Hal tersebut mengartikan bahwa gagasan maritim yang diusung menjadi sebuah prioritas. 


Sumpah Pemuda dan Maritim
Irisan sumpah pemuda dan pembangunan maritim menjadi sangat penting mengingat latar belakang lahirya bangsa ini adalah pemuda. Diprakarsai dengan lahirnya sumpah pemuda menjadi melting pot, yakni wadah para pemuda untuk menuangkan gagasannya dengan tujuan memerdekakan indonesia. Sama hal nya saat ini dengan pembangunan maritim yang sedang berjalan. Dibutuhkan tekad kuat untuk dapat mendorong pemuda menjadi ujung tombak dalam pembangunan maritim. Jika kita melihat bonus demografi indonesia jumlah usia angkatan kerja (15-64 tahun) mencapai sekitar sebesar 70 persen. Angka tersebut akan terjadi pada 2020-2030, data tersebut disampaikan oleh Plh Deputi Bidang Pelatihan dan Pengembangan BKKBN Ida Bagus Permana.

Bonus demografi merupakan potensi besar yang akan dimiliki indonesia beberapa tahun kedepan. Artinya dengan gagasan maritim yang saat ini ada, tentunya perlu penguatan, sekaligus pemberdayaan pemuda untuk dapat berperan dalam pembangunan maritim kedepan. Akan sangat sulit jika saat ini peran pemuda kemudian dikebiri tanpa diberikan apresiasi. Ruang ekspresi dan gagasan pemuda tidak hanya cukup pada tataran formalitas penghargaan dan beasiswa. Pemuda membutuhkan wadah dan lahan konkrit untuk dapat menata indonesia dikemudian hari. Persepsi buruk kadang ditimbulkan jika kritik keras disampaikan oleh para pemuda. Ini menjadi dilematis melihat pembangunan indonesia kedepan membutuhkan mereka yang memiliki analisis tajam sekaligus pandai dalam retorika dan pengkondisian masa. 

Pemuda indonesia yang saat ini ada merupakan sebuah potensi besar yang dimiliki oleh indonesia. Dengan jumlah 66.5 % usia 14-64 tahun, kemudian dengan rata-rata median rate 28.6 tahun menurut data dari CIA World Factbook 2016. Tentunya dengan potensi yang ada saat ini kemudian di iriskan dengan potensi kemaritiman indonesia sebesar USD 1,2 triliun per tahun, dengan kemampuan penyerapan angkatan kerja sebesar Jumlah itu bisa menyediakan lapangan kerja untuk 40 juta orang, data dari Prof Rokhmin pada tahun 2014. Hal tersebut tentunya menjadi sebuah potensi yang sangat besar jika mampu dimaksimalkan.

Pemuda dan Maritim
Dalam pembangunan maritim kedepan pemuda merupakan ujung tombak yang seharusnya mampu dioptimalkan potensinya. Dengan menempatkan pemuda sebagai subjek dalam pengembangan potensi kemaritiman merupakan sebuah gagasan yang perlu dipertimbangkan. Jika kita coba memilah potensi besar maritim indonesia pemerintah perlu memposisikan diri sebagai sebuah entitas hilir perekonomian. Hal tersebut dengan alasan untuk mendorong keterjaminan pasar bagi pembangunan maritim, hal tersebut tentunya sebagai salah satu upaya untuk mendorong naiknya pertumbuhan pengusaha baru dalam bidang maritim, karena ekonomi merupakan salah satu parameter yang cukup terukur untuk melihat pertumbuhan.

Selanjutnya dengan mengembangkan pertemuan empat faktor entitas yang sangat berpengaruh yakni pemerintah, pengusaha, masyarakat dan media sebagai sebuah satu kesatuan. Entitas pemuda yang berperan dalam masyarakat perlu didorong untuk dapat melakukan inovasi dan kreasi dalam upaya pembangunan maritim indonesia. Perlu kita ingat bahwa pembangunan maritim indonesia akan sangat tidak ada artinya jika masyarakat pesisir masih jauh dari kata sejahtera. Ini merupakan parameter yang secara umum perlu menjadi perhatian khusus bagi pemerintah. Jika indonesia bicara menjadi poros maritim dunia, namun jauh meninggalkan pemuda dalam upaya mewujudkannya, agenda tersebut akan menjadi sangat utopis. Perlu diingat bahwa maritim merupakan masa depan bangsa yang manfaatnya akan mampu dirasakan pada beberapa tahun yang akan datang.


)*Penulis; Ahlan Zulfakhri, ST (Sekjen Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply