Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Sewa Naik 450 Persen, Nelayan Teriak

Pemuda Maritim - Paguyuban nelayan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara berencana melakukan mogok besar-besaran. Hal itu menyusul adanya Kebijakan Perum Perikanan Indonesia (Perindo) yang dianggap merugikan nelayan dan juga pengusaha ikan.

Yakni menaikan uang sewa lahan tempat pengolahan ikan hingga 450 persen dengan jangka waktu 5 tahun. “Kebijakan tersebut merugikan kami. Karena itu, kita protes dan akan mulai mogok 10 Oktober mendatang,” ujar Ketua Himpunan Nelayan Purse Seine Nusantara (HNPN) James Then kepada wartawan di kawasan Muara Baru, Rabu kemarin (5/10).

Menurutnya, seluruh stake holder nelayan mura baru sudah sepakat menolak kebijakan tersebut. Sebab sangat memberatkan nelayan khususnya di Muara Baru.

“Untuk kapal ada kurang lebih sebanyak 1.600 kapal, tapi keluar masuk gak tau. Tapi ketika besok masuk pelabuhan mereka tidak akan keluar lagi, mungkin yang mogok bisa mencapai diatas seribu kapal, terus untuk pabrik mencapai 60 pabrik, kalo yang kecil-kecil bisa sampai 200 pengusaha,” jelas James.

Lebih lanjut ia mengatakan, kelangkaan ikan yang didapat dan jumlah biaya yang semakin membengkak berdampak pada tempat penyimpanan ikan yang ada di wilayah Muara Baru.

“Gudang sejak pertengahan Juni 2014 itu kapasitasnya masih sekitar 85 -100 persen. Sedangkan parahnya terjadi sekitar akhir 2015 dengan tingkat mencapai 15-30 persen, kemudian hingga saat ini baru mencapai 30-40 persen, dan ini belum ditambah dengan naiknya biaya sewa yang besar,” pungkasnya.
Sumber : indopos.co.id

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply