Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » SUMBER DAYA PERIKANAN : KEBUTUHAN PANGAN MASA DEPAN

Yeldi S Adel*
Pemuda Maritim - Penduduk dunia tidak terkecuali Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.  Jumlah penduduk dunia diperkirakan naik sebesar 9 Miliyar pada tahun 2050. Dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan, pemerintah melakukan berbagai upaya-upaya agar kebutuhan pangan terpenuhi, termasuk dengan melakukan ekspor berbagai komiditi pangan seperti beras, gandum, Sapi, buah-buahan dan sebagainya. Pemenuhan kebutahan pangan untuk 252 juta jiwa penduduk Indonesia mengalami peningkatan dengan tingkat pertumbuhan di atas 1,35% per tahun. Konversi lahan pertanian dan  persaingan usaha menjadi penyebab kapasistas produksi pangan terbatas sehingga target pertumbuhan tersebut akan semakin sulit tercapai. Program ketahanan pangan menjadi penting untuk dilaksanakan sebagaimana FAO menyebutkan bahwa ketahanan pangan menjadi akses bagi setiap penduduk untuk memperoleh pangan secara terus menerus untuk mempertahankan hidup. Konsep ketahanan pangan di Indonesia diperhadapkan pada permasalahan keterbatasan lahan dan pertumbuhan penduduk yang cukup besar sehingga kebutuhan pangan yang dibutuhkan juga akan semakin besar. Perubahan iklim juga sangat mempengaruhi keberhasilan hasi pertanian terutama perubahan terhadap cuaca, akibatnya terjadi pergeseran musim yang berdampak pada produktifitas lahan pertanian

Program ketahanan pangan di Indonesia selalu menjadi masalah dalam setiap implentasi. Hal ini dapat dilihat dari rencana pembangunan jangka menenengah tahun 2004-2014 yang lalu, yaitu kecukupan dan kualitas pangan yang dapat memenuhi angka kebutuhan gizi bagi masyarakat miskin tidak terpenuhi, stabilitas ketersediaan pangan yang merata serta harga yang terjangkau juga sangat rendah, diversifikasi pangan yang masih kurang dan proses produksi pangan kurang efisien serta rendahnya harga jual yang diterima oleh petani. Hal lain adalah ketergantungan masyarakat terhadap beras juga masih sangat tinggi. Salah satu potensi yang bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan pangan adalah bidang kelautan dan perikanan. 

Sumber daya kelautan dan perikanan merupakan salah satu sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai sumber kebutuhan pangan dan penghidupan bagi masyarakat. Sumber daya kelautan dan perikanan menjadi harapan masa depan bangsa dalam pemenuhan kebutuhan pangan, disaat sumber pangan yang lain mengalami kekurangan. Secara geografi 2/3 wilayah Indonesia adalah lautan, ± 17 ribu pulau, ± 81.000 km2 garis pantai, 2.55 juta km2 ZEE, negara dengan keanekaragaman hayati terbaik di dunia. Tingginya keanekaragaman hayati tersebut merepresentasikan besarnya potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang dapat dikembangkan salah satunya adalah sumber pangan hewani. Potensi ekonomi kelautan dan perikanan yang begitu besar seharusnya dapat memenuhi kebutuhan pangan yang pada gilirannya akan memberikan kesejahteraan bagi sebesar besarnya kemakmuran masyarakat. 

Seperti kita ketahui bahwa pemerintah melalui Kementerian kelautan dan perikanan mempekirakan produksi perikanan tangkap sebesar 8 ton pada akhir 2016, jika Prediksi tersebut terpenuhi maka ada peningkatan sebesar 14.3% dibandingkan dengan realisasi produksi perikanan tangkap tahun 2015. Selain perikanan tangkap, Indonesia memiliki potensi perikanan lainnya yaitu perikanan budidaya (akuakultur) yang sangat prospektif untuk dikembangkan karena potensinya yang besar yaitu sebesar 13.7 juta ton pada tahun 2013. Pertumbuhan sektor kelautan dan perikanan diprediksi akan menjadi pemacu bagi pembangunan ekonomi secara umum. Oleh karena itu, kontribusi sumber daya perikanan memiliki peluang dalam memberikan kontribusi guna memenuhi kebutuhan pangan terutama kebutuhan akan sumber protein hewani (ikan).

Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) melalui Koordinator Bidang Pengembangan Potensi Maritm Yeldi S Adel berpendapat bahwa kebutuhan akan pangan dari sektor kelautan dan perikanan akan terus tersedia dan berlanjut apabila dikelola dengan baik. Pengelolaan yang baik tentunya bisa menyeimbangkan antara komponen biotik dan abiotik sehingga keberlanjutan sebuah sumber daya dapat terjaga. 

Kita patut mengapresiasi adanya undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan yang secara eksplisit memasukkan komoditas perikanan sebagai bagian dari sumber pangan nasional. Menurut data yang kami peroleh bahwa sumbangan protein hewani (ikan) mencapai 57.2% dari total konsumsi protein hewani, dengan rata rata konsumsi ikan sebesar 36.12 kg perkapita/tahun, tentunya angka ini jauh jika dibandingkan dengan negara negara lain yang mencapai 70-80 kg perkapita/tahun, tutur Yeldi. Harapan kami melalui momentum hari pangan dunia tahun 2016 kita perkuat konsumsi ikan dalam negeri, kedaulatan pangan dijalankan dan tidak ada lagi anak bangsa yang kekurangan gizi oleh karena kebutuhan pangan terutama protein tidak terpenuhi.  Konsepsi TBL (Three Bottom Line) yang mengedepankan prinsip planet, people, dan profit. Tentunya semua itu harus berjalan secara simultan dan beriringan tanpa meninggalkan satu sama lain. Kita mengetahui bahwa perikanan tangkap menjadi konsen yang perlu di perhatikan karena tanpa menjaga konsepsi tersebut, sebuah wilayah akan terjadi overfishing di wilayah produksi perikanan.

*Penulis; Koordinator Bidang Pengembangan Potensi Maritim Pimpinan Pusat Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI))

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

1 komentar:

  1. Hari pangan sedunia selayaknya potensi maritim dihadirkan

    BalasHapus